Suara.com - Selama 2 hari pencarian puing-puing, Badan SAR Nasional dan tim gabungan pencarian menemukan puing dan potongan tubuh manusia pasca Lion Air jatuh. Semua itu dikemas dalam 34 kantong jenazah.
Pengumpulan itu terakhir dimutahirkan, Selasa (30/10/2018) pukul 17.00 WIB.
"Kemarin ada 24 kantong, kemudian tadi ada dua dan yang sekarang delapan kantong," kata Syaugi saat ditemui di posko evakuasi JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta.
Dia mengatakan kantong jenazah itu banyak berupa potongan tubuh. Kantong-kantong itu langsung dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi. Pihak rumah sakit mengatakan untuk mengidentifikasi korban paling cepat butuh waktu sekitar empat sampai lima hari. Syaugi mengatakan tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban.
"Tim penyelam terus ada 24 jam di tengah laut, pencarian di permukaan laut, melalui udara dan menggunakan multibeam echo sounder sonar juga kami lakukan," kata dia.
Dia mengatakan tim gabungan tersebut telah bekerja keras untuk mengevakuasi korban. Tidak hanya itu pihaknya juga terbantu oleh nelayan-nelayan yang ikut membantu mencari korban. Kepala Basarnas berharap tubuh utama pesawat dan kotak hitam dapat segera ditemukan. (Antara)
Berita Terkait
-
Eni Menangis Mencari Jaket Kulit, Topi Biru dan Baju Polo Suami
-
Khawatir Trauma, Keluarga Dilarang Lihat Jenazah Korban Lion Air
-
Beberapa Jam Sebelum Jatuh Lion Air JT 610 Terbang Tak Beraturan
-
PNS Korban Lion Air Akan Dapat Tunjangan 48 Kali Gaji Pokok
-
Devano Danendra Sempat Lihat Lion Air JT 610 Sebelum Terbang
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba