Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berterima kasih kepada semua pencari korban dan kepingan pesawat Lion Air JT 610. Jokowi menyebut sebanyak 859 orang mencari korban di puing pesawat.
Hal itu dikatakan Jokowi saat datang ke posko utama JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/11/2018). Jokowi mengatakan hampir 1.000 orang itu bekerja pagi, siang, malam untuk mencari korban. Presiden juga mengapresiasi kecepatan penemuan kotak hitam pesawat.
"Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran di Basarnas, TNI, Polri, Kemenhub, BPPT, KKP, Pertamina yang semuanya sebanyak 859 orang bekerja secara penuh pagi, siang, malam di lapangan, sekali lagi atas nama pemerintah dan masyarakat saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya," kata Jokowi.
"Dan atas kecepatan penemuan black box kemarin saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih," tambahnya.
Sebelum berbicara singkat, Jokowi sempat meninjau lokasi pendataan penemuan puing pesawat di salah satu tenda di posko tersebut. Dalam peninjauan itu, Jokowi ditemani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.
Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, Bangka Belitung, jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat tersebut sempat hilang kontak selama 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Jakarta Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB. Beberapa saat kemudian pesawat dinyatakan hilang dan dilaporkan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Roda Lion Air JT 610 yang Jatuh Ditemukan dan Sudah Diangkat
-
Lion Air Klaim Pesawatnya Telah Lalui Prosedur Pemeriksaan
-
Tragedi Lion Air, Kemenhub Bisa Grounded Pesawat Boeing 737 MAX 8
-
Hakim Kopi Sianida Jessica Lolos dari Tragedi Lion Air JT 610
-
Pengakuan Pilot: Capt Bhavye Tak Mau Terbangkan Pesawat Rusak
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
-
Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas
-
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan
-
Aksi Kamisan 910: Indonesia Darurat Militerisme, Anak Papua Jadi Korban Agresi di Pengungsian
-
Modus Kasus Silmy Karim Dkk: Persulit Izin Tinggal WNA, Paksa Bayar Uang Tambahan