Suara.com - Warga di sejumlah wilayah di Kota Bekasi dihebohkan video viral tentang penculikan anak. Polisi memastikan video tersebut tidak benar alias hoax.
"Memang lagi marak pemberitaan di media sosial tentang penculikan anak (di Kota Bekasi). Tapi kami memberikan statement bahwa penculikan anak tersebut adalah hoax," ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, Minggu (11/11/2018).
Erna mengatakan pelaku dalam video-video yang beredar bukanlah penculik. Melainkan orang-orang yang diduga mengalami keterbelakangan mental yang hanya memegang tangan atau menyapa anak warga.
Video-video tersebut berlokasi di Bekasi Kota (1 kasus), Bekasi Selatan (1 kasus), dan Bekasi Timur (3 kasus).
"Dinyatakan orang-orang tersebut sakit jiwa. Semuanya perempuan," ujar Erna.
Erna menyatakan satu pelaku berinisial RD sempat ditahan karena kedapatan membawa pisau di tasnya. Kala itu RD dicurigai warga akan menculik seorang anak di Jalan Sersan Hamzah RT 01 RW 09, Bekasi Timur.
"Karena adanya sajam tersebut kita melakukan pemeriksaan dan penahanan. Setelah dibuat surat BAP, sampai di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Pondok Bambu, wanita itu ditolak karena sakit jiwa," ujar Erna.
Kini RD telah dilepaskan. RD dan empat pelaku lain diserahkan ke Yayasan Galuh, Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk diperiksa dan dibina. Erna juga memastikan tidak ada korban yang terluka dan tidak ada yang sempat dibawa oleh para pelaku.
"Imbauannya kepada masyarakat, jangan suka main hakim sendiri. Cek dulu kebenarannya. Jangan sampai memviralkan yang kebenarannya tidak ada. Kepada orang tua yang punya anak kecil, tetap waspada dan menjaga anak-anaknya," imbuhnya.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Baca Juga: Hoaks Populer Pekan Ini: Penculikan Anak hingga Rizieq Shihab
Berita Terkait
-
Bupati Diciduk KPK, Pejabat Bekasi Kini Takut Jadi Panitia Proyek
-
Ledakan di Bekasi, Saksi: Ledakan Kencang Hingga Membakar Rumah
-
Ledakan di Bekasi karena Kebocoran Tabung Gas 12 Kilogram
-
Ledakan di Bekasi Jebol Tembok Pembatas Perumahan Harapan Baru
-
DUUAAR! Ledakan Terjadi di Bekasi, 4 Orang Luka Parah
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang