Suara.com - Seorang ibu "mengumpankan" anaknya untuk melakukan perampokan terhadap penumpang angkutan kota di sekitar Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, demi menyambung hidup.
Kepala Polsek Tanjung Priok Komisaris Supriyanto, Senin (12/11/2018), mengatakan menangkap pelaku berinisial H (32) setelah melakukan aksinya terhadap penumpang angkot KWK 01 jurusan Pulo Gebang -Tanjung Priok.
"Korban dihampiri anak tersangka yang masih kecil untuk meminta uang Rp 5000. Namun setelah memberikannya, korban dihampiri pelaku yang menodongkan senjata tajam dan pelaku lain menggeledah saku celana," ungkap Supriyanto.
Tersangka H berhasil tertangkap saat anggota patroli Sabhara Polsek Tanjung Priok wilayah Terminal Tanjung Priok mendapat pengaduan dari korban.
"Anggota Patroli Sabhara langsung mengejar para pelaku dan menangkap salah satu pelaku yang kedapatan barang bukti berupa ponsel korban terjatuh dari saku celana pendek," jelasnya.
Ia menambahkan, tersangka sudah sering melakukan aksinya di kawasan Terminal Tanjung Priok. Dalam sehari, tersangka H bisa dua kali melakukan aksinya dengan modus serupa.
Menurut Supriyanto, suami tersangka Haryati diketahui juga merupakan bagian dari komplotannya. Namun, ia telah diringkus Polsek Tanjung Priok beberapa waktu lalu dalam kasus serupa
"Jadi sekeluarga pelaku kejahatan semua di Terminal Tanjung Priok,” ujar dia.
Akibat ulahnya, tersangka H akan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman minimal tujuh tahun kurungan penjara. Sedangkan anaknya akan diserahkan ke panti sosial.
Baca Juga: Sri Mulyani: Tanpa Pajak, Tak Bisa Jadi Negara Independen
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI