Suara.com - Jenazah Diperum Nainggolan atau Gaban Nainggolan dan keluarganya akan dipulangkan ke Medan, Sumatera Utara. Korban pembantaian atau pembunuhan satu keluarga itu akan dipulangkan, Rabu (14/11/2018) pagi nanti.
Jenazah akan diterbangkan ke Pangururan, Samosir, Sumatra Utara, Rabu (14/11/2018).
Halomoan Nainggolan Lumban Raja (45), pihak keluarga dekat yang berduka (dalam bahasa batak Suhut Paidu) mengatakan pihak keluarga akan menggelar acara adat yang bertempat di rumah duka, Gereja Oikumene Lahar Roi, Cijantung, Jakarta Timur sekitar pukul 09.00 WIB.
"Sesuai adat dan istiadat orang batak, besok pukul 09.00 WIB bahwa acara adat akan dimulai. Pertama diserahkan kepada Tulang Naibaho Siahaan dan Hula-Hula Ambarita dan segenap jajaran Tulang dan Hula-Hula," kata Halomoan di Gereja Oikumene Lahar Roi, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018).
Halomoan mengatakan acara adat tersebut berlangsung atas kesepakatan pihak keluarga yang telah dirumuskan. Diperkirakan, acara adat tersebut akan berlangsung kurang lebih satu jam.
"Itu adalah kesepakatan keluarga Nainggolan Lumban Raja dengan pihak keluarga laki-laki. Dari jam 10-11 itu dibuat acara umum dimana akan berurutan baik keluarga, pemerintah setempat dan semua yang berduka cita yang berbela sungkawa atas kejadian ini," jelasnya.
Selepas acara adat, lanjut Halomoan, pihaknya akan menyerahkan keempat jenazah kepada pihak Gereja HKBP Jakasampurna, Bekasi. Ditempat itulah,akan berlangsung prosesi sakral keberangkatan jenazah sesuai dengan aturan gereja.
"Semua umat HKBP yang menangis dan berduka cita bahkan yang mencintai akan datang kesini. Diperkirakan itu setengah jam paling lama. Itulah penyerahan keluarga Nainggolan Lumban Raja kepada pihak HKBP Jakasempurna. Setelah itu baru di serahkan pada petugas pukul 12.00 WIB, akan masuk ambulans dan berangkat ke Bandara Soekarno - Hatta," tutur Halomoan.
Keempat jenazah akan diterbangkan menuju kampung halaman di Pangururan, Samosir, Sumatera Utara.
Baca Juga: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Gaban Pernah Jualan Korek Api
"Karena pihak keluarga dari ujung Sumatera sampai Aceh akan berkumpul di Medan mengiringi jenazah sampai dibawa ke pemakamannya di pangaluran Samosir dan hari itu juga rencana akan dikebumikan di tanah kelahiran bapak dan ibu inI," tandasnya.
Berita Terkait
-
Empat Jenazah Korban Pembantaian di Bekasi Dibawa ke Gereja
-
Surat Sarah Sebelum Tewas Dibantai Bersama Keluarganya di Bekasi
-
Hello Kitty dan Teddy Bear Saksi Bisu Keluarga Gaban Dibantai
-
Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Gaban Pernah Jualan Korek Api
-
Tiga Kasus Pembunuhan Sekeluarga yang Gegerkan Jakarta
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan
-
12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta
-
Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah
-
Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
-
Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan
-
Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!
-
Artis Legenda JAV Ditangkap Polisi karena Curi Roti Lapis Rp 31 Ribu
-
Akibat Panas Esktrem, Makam Kuno dan Desa yang Hilang Tahun 1974 di Pedu Muncul Lagi
-
Suami Istri Tewas dengan Kepala Terpenggal di Rumah, Sang Anak Ikut Meninggal
-
Cerita Perantau Tempuh Perjalanan Panjang hingga Apresiasi Pemerintah atas Kelancaran Mudik Lebaran