Suara.com - Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tidak akan menyadur semua program era pemerintahan orde baru yang dipimpin Soeharto. Hanya saja, Prabowo akan mengadopsi program-program yang berhasil di bawah pemerintahan Soeharto.
Ha itu dikatakan Wakil Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Dhimam Abror. Abror menjelaskan itu terkait pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto.
Titiek sempat menyebut apabila Prabowo akan meneruskan keberhasilan Presiden RI ke-2 Soeharto di zaman Orde Baru. Dhimam menjelaskan bahwa maksud dari apa yang disampaikan Titiek di atas bukan berarti akan membawa suasana Orde Baru secara menyeluruh.
“Jadi saya kira konteksnya bu Titiek adalah bahwa zaman pak Harto bukan berarti kita kembali ke orde baru. Nggak ada orang yang mau kembali kepada orde baru,” jelas Dhimam kepada Suara.com, Selasa (20/11/2018).
Dhimam akui zaman pemerintahan Soeharto yang bergaya kepemimpinan otoriter itu memiliki banyak kekurangan. Akan tetapi Dhimam meminta masyarakat tidak hanya membuka sebelah mata.
Menurutnya, ada perbandingan daripada cara pembangunan yang dilakukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Soeharto. Dhimam melihat cara Presiden Soeharto membangun infrastruktur lebih baik daripada Jokowi.
“Misalnya sekarang pembangunan infrastruktur, infrastruktur dibangun dibangun dalam bentuk jalan tol tetapi industrinya tidak dibangun. Misalnya petani yang mau membawa barang ke kota atau ke kabupaten itu bisa dapat infrastruktur dasar. Daripada kita membangun jalan tol yang lewat itu bukan kendaraan produktif tapi kendaraan-kendaraan yang misalnya kendaraan-kendaraan yang konsumtif,” ujarnya.
Selain itu, program swasembada pangan pun menjadi alasan Dhimam mengapa harus ada program di zaman kepemimpinan Soeharto yang harus diadopsi di zaman sekarang. Hal itu dipicu oleh pemerintahan Jokowi yang kerap kali melakukan impor bahan pangan yang menurutnya masih bisa disediakan di dalam negeri dengan memanfaatkan lahan yang ada.
“Kita coba lihat impor, barang-barang yang mestinya kota swasembada kita impor, ya nggak apa-apadong ‘the good all days’ hari-hari yang bagus yang waktu itu kita jadikan contoh. Jadi kalau kemudian beras, padi di sini kita punya lahan yang luas kenapa kita mesti impor,” pungkasnya.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Tak Jalankan Pasal 33 UUD 1945
Untuk diketahui, Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto sempat mengungkit era Orde Baru yang memiliki program kebanggaan yakni swasembada pangan.
Dirinya mengeluhkan pada pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi tidak pernah bisa memenuhi janji untuk swasembada padi, jagung dan kedelai. Malah menurutnya Jokowi terus melakukan impor untuk pengadaan ketiga jenis pangan itu.
Oleh karena itu, Titiek menyebut apabila Prabowo-Sandiaga terpilih, keberhasilan pemerintahan Seoharto itu akan diaplikasikan kembali.
Berita Terkait
-
Prabowo: Indonesia Tak Jalankan Pasal 33 UUD 1945
-
Prabowo Subianto Diyakini Tak Tiru Gaya Otoriter Mantan Mertua
-
Jubir Prabowo: Publik Sudah Cerdas, Masa Terus Salahkan Pak Harto
-
Dicap Jualan Orba, Jubir: Prabowo Sering Kritik Soeharto
-
Kubu Prabowo: Kelas Maruf Amin Sejak Jadi Cawapres Sudah Berubah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum