Suara.com - Kuasa Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro menganggap pemilik akun Facebook Jamadi alias Jd, sudah sering melakukan dugaan penghinaan terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Namun, sikapnya kali ini dinilai sudah kelewatan sehingga FPI Riau melakukan pelaporan ke polisi.
Sugito mengatakan, Jamadi pernah meminta maaf karena menghina Rizieq ketika itu, namum kembali melakukan penghinaan dengan sebutan dajal.
"Ini kan sudah pengulangan kesekian kalinya. Dulu (Jamadi) sudah pernah minta maaf. Bahkan pernah dipertemukan dan pernah minta maaf kok sekarang diulangi kembali," ujar Sugito kepada Suara.com, Selasa (4/12/2018).
Terkait ini, Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) tak akan ikut melaporkan Jamadi alias Jd ke polisi. Pelaporan terhadap Jamadi, kata Sugito, sudah diwakili Dewan Pimpinan Wilayah FPI Riau.
"Sudah dari FPI Riau kan sudah melaporkan dan menyerahkan ke pihak kepolisian, jadi kami ini suatu organisasi dan (FPI Riau) itu mewakili organisasi (FPI)," kata dia.
"Bagaimana pun Habib Rizieq adalah Imam Besar FPI dan itu wadah dari organisasi, maka dari pimpinan daerah FPI Riau melaporkan yang bersangkutan (Jamadi)," Sugito menambahkan.
Sugito kemudian berharap proses hukum terhadap Jamadi berlanjut hingga persidangan, agar memberikan unsur pembelajaran kepada Jamadi.
"Saya berharap ini dilanjutkan tidak berhenti di tengah jalan sampai persidangan supaya memberikan unsur pembelajaran terhadap yang bersangkutan," kata dia.
Untuk diketahui, kasus ini tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau setelah Jamadi digelandang FPI dan sejumlah ormas ke Ditreskrimsus Polda Riau pada Senin pagi.
Baca Juga: Detik-detik Penembakan di Trans Papua Versi Polisi
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FPI Riau Al Husni Thamrin menjelaskan Jamadi yang juga diketahui sebagai oknum pengacara di Provinsi Riau tersebut diamankan di kediamannya di wilayah Pandau atau perbatasan Pekanbaru-Kampar.
Terduga pelaku, kata dia, diamankan setelah berulang kali mengunggah tulisan provokatif terhadap Habib Rizieq. Unggahan terakhir yang memantik amarah umat muslim adalah ketika Jumadi menyandingkan Habib Rizieq dengan sebutan Dajal.
"Perilaku dan pernyataan yang dia buat sudah sangat menghina ulama, habaib dan umat muslim," ujar Husni.
Bahkan, dia mengatakan, unggahan provokatif yang dilakukan Jamadi melalui media sosial Facebook bukan pertama kalinnya. Jd berulang kali melakukan tindakan yang sama sehingga perlu diproses hukum.
"Ini harus dilakukan proses hukum dan kepada umat Islam diminta tidak membiarkan hal ini karena akan muncul para penghina ulama dan agama lainnya," katanya.
Berita Terkait
-
Dipanggil Polisi, Habib Bahar bin Smith : Saya Sibuk Ngajar Santri
-
PKB Sarankan PA 212 Bikin Partai Politik
-
Pidato Habib Rizieq saat Reuni Akbar 212 Berbuntut Panjang
-
FPI Minta Penghina Habib Rizieq Dajal Diperoses Hingga ke Persidangan
-
Sebut Habib Rizieq Dajal, Jamadi Dituduh Hampir Tiap Hari Hina Imam FPI
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Trah HB II: Kerja Sama Rp 90 Triliun dengan Inggris Tak Sebanding dengan Harta Jarahan Geger Sepehi
-
KPK Cecar Eks Menpora Dito: Asal Usul Kuota Haji Tambahan Dipertanyakan
-
Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Gebuk 'Oligarki Serakahnomic'
-
Soal Kemungkinan Periksa Jokowi dalam Kasus Kuota Haji, KPK: Tergantung Kebutuhan Penyidik
-
Bareskrim Bongkar Borok Dana Syariah Indonesia: Proyek Fiktif Jerat 15.000 Investor
-
Pengamat Soal Kasus Nadiem: Narasi Sakit dan Laporan Balik Bisa Jadi Strategi Corruptor Fights Back
-
Tinjau Lokasi Terdampak Bencana, Kasatgas Tito Makan Bareng Pengungsi di Dusun Seulemak
-
Skandal Kuota Haji Rp1 T: Dito Beberkan Obrolan Makan Siang Jokowi dan Pangeran MBS
-
Kasatgas Tito Lepas Taruna Akpol, Akmil, Unhan Bantu Percepatan Penanganan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Sudin Pertamanan Jakpus: Pohon Tumbang Matraman Ada di Area SPBU, Korban Tidak Luka Serius