Suara.com - Seorang calon anggota legislatif (caleg) di Ponorogo, Jawa Timur, melaporkan pemilik satu akun Facebook karena dinilai menghina dan merugikan dirinya yang sedang berkontestasi sebagai calon anggota DPRD setempat.
Siti Noor Ainie, Caleg nomor urut 2 PDIP di dapil Ponorogo 1 (Kecamatan Ponorogo dan Kecamatan Babadan), mendatangi mapolres Ponorogo, Rabu (5/12/2018).
Bersama penasihat hukum dan pengurus DPC PDIP Ponorogo, ia melaporkan sebuah akun bernama Wira Tirta ke Satreskrim Polres Ponorogo dan Sentra Gakkumdu setempat.
Siti menyatakan, dirinya dan DPC PDIP merasa tidak terima terhadap unggahan yang dilakukan oleh pemilik akun Wira Tirta.
Dalam unggahan di grup Facebook ‘ICWP tanpa sensor’, akun tersebut memajang foto dirinya yang merupakan alat peraga kampanye.
“Tapi di situ ada penghinaan. Di atas foto kampanye saya ada tulisan ‘Gak punya prestasi untuk Ponorogo, jangan dipilih. Buruk rupa buruk hati pula.’ Seperti itu. Tentu saja saya tidak terima. Kawan-kawan di partai juga tidak terima. Ada logo partai kami juga di situ karena memang mereka yang mengusung saya,” kata perempuan yang akrab disapa Nora ini seusai melapor seperti diberitakan Beritajatim.com.
Ia berharap pihak kepolisian bisa bergerak cepat dan segera mengambil tindakan atas penghinaan ini. Apalagi, kalau kemudian bisa melacak pemilik akun dan memprosesnya secara hukum.
Menanggapi hal ini, Ketua Bawaslu Kabupaten Ponorogo Ahmad Syaifulloh sebagai bagian dari Sentra Gekkumdu menyatakan, telah menerima laporan dari caleg PDIP Siti Noor Ainie.
Laporan tersebut atas komentar buruk yang dilayangkan akun Wira Tirta dalam Grup ICWP tanpa sensor.
Baca Juga: MU Imbang Lawan Arsenal, Mourinho: Kami Melakukan Kesalahan
“Atas laporan tersebut Bawaslu akan mediskusikan dan memplenokan laporan yang masuk. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan tim cyber crime Polres Ponorogo,” ujarnya.
Berita ini kali pertama diterbitkan Beritajatim.com dengan judul “Merasa Dihina di Facebook, Caleg PDIP Ponorogo Lapor Polisi”
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum
-
Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT
-
Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005
-
DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan
-
BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Ngeri! Sebelum Dibakar, Santri di Lombok Diduga Sering Disiksa Anak Pemilik Ponpes