Suara.com - Seorang Caleg DPRD Bantul, Yogyakarta Dapil II (Banguntapan, Piyungan) dari Partai Berkarya, berinsial RH (43) tertangkap basah bersama KDA (43), seorang perempuan bersuami di tempat kos RT 09/RW 64 Jalan Gambuh Ganjuran, Manukan, Condongcatur, Depok, Sleman.
Penggerebekan dua orang yang diduga tengah dimabuk asmara itu dilakukan oleh suami KDA, berinisial Sug (46) pada Minggu (9/12/2018) dini hari pukul 3.30 WIB. Dalam penggerebakn itu SGT dibantu jajaran Unit Reskrim Polsek Depok Timur, Sleman untuk mengecek kondisi di dalam sebuah rumah kos.
Seorang warga yang enggan ditulis namanya selaku saksi mata yang juga ditugaskan menjaga kosan tersebut mengatakan, pada saat penggerebekan terjadi, ia sempat mendengar suara orang berteriak keras serta menggedor-gedor pintu di kosan itu yang membuatnya terbangun.
"Ada yang teriak-teriak lalu gedor pintu, saya bangun," kata sang penjaga kos itu saat ditemui di lokasi rumah kos, Selasa (11/12/2018).
Saat penggerebekan terjadi, ia melihat polisi baik berseragam maupun tidak sudah masuk ke dalam kosan.
"Polisi ada yang seragamnya preman, gak pakai seragam, ada satu yang pakai tulisan seragam polisi, ada dari kepolisian langsung masuk," ujar dia.
Dari pengamatannya, ia tidak melihat ada adegan tidur dengan melepas baju. Ia hanya melihat polisi sudah membawa kedua pasangan itu meninggalkan kosan yang ia jaga tersebut.
"Saya gak tahu kejadiannya langsung dibawa sama polisi saja," ujarnya lagi.
Ia membenarkan yang menggerebek itu adalah suami KDA. Ia sudah mengintai istrinya selama beberapa minggu terakhir. Istrinya kedapatan berada dalam satu kamar kos bersama Caleg Partai Berkarya.
Baca Juga: Naik Motor Lawan Arus, Tentara Tewas Ditabrak KRL di Jakarta Barat
"Iya katanya suaminya yang grebek," imbuhnya.
Seperti diberitakan, seorang calon anggota legislatif atau caleg dari Partai Berkarya berinisial RH (43), digerebek saat bermesraan dengan perempuan bukan istrinya berinisial KDA (43) di sebuah indekos di daerah Condongcatur, Sleman pada Minggu (9/12/2018).
Panit Reskrim Polsek Depok Timur Ipda Bambang Widiatmoko mengatakan, KDA sudah lama dipantau oleh suaminya Sug, meski hubungan mereka sudah renggang dan tidak harmonis.
"Saat melapor, Sug mengatakan istrinya sedang berada di suatu tempat. Minta didampingi oleh kami untuk dicek," kata Ipda Bambang.
Kontributor : Abdus Somad
Berita Terkait
-
Digerebek saat Tiduri Istri Orang, Ini Nasib Caleg Partai Berkarya
-
Caleg Partai Berkarya Digerebek Usai Setubuhi Teman Semasa SMP
-
Koalisi Prabowo Minta KPU Berikan Data Pemilih Secara Transparan
-
Caleg Partai Berkarya Digerebek Ngamar Berzina dengan Istri Orang
-
SD Mangunan Ini Tanpa Pagar, Seragam, dan Tidak Ada Pelajaran Agama
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung