Suara.com - Perwakilan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur menanyakan isu 31 juta data pemilih yang belum masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Isu yang sudah lama berhembus ini ditanyakan langsung kepada komisioner KPU.
Karena sudah mendekati waktu Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) pada 15 Desember mendatang, maka kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meminta konfirmasi kepada KPU.
"Tadi kami konsentrasi untuk mempertanyakan kembali tentang 31 juta yang tiba-tiba disodorkan oleh Dukcapil. Karena kami masih berasumsi, masih ada pertanyaan besar 'jangan-jangan apakah ini pintu masuk penggelembungan atau apa'," kata Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso di Kantor KPU Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).
Menurut Priyo, seluruh pihak ingin melihat Pemilu 2019 berjalan secara adil. Meskipun dalam Undang-Undang sudah ditetapkan bahwasanya partai politik tidak diperkenankan untuk melihat data pemilih secara transparan, namun Priyo berharap kalau pihaknya dapat diberikan kesempatan itu.
"Tapi setidaknya dengan cara itu memungkinkan kami semua merasa nyaman, sehingga kalau ada pihak-pihak tertentu yang menggunakan ini sebagai akrobat untuk menambahin atau melumbungkan suara," ujarnya.
Terkait itu, Priyo mengatakan KPU menerima aspirasi Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. KPU, kata dia, akan merapatkan kembali apabila hal tersebut dimungkinkan.
"Jadi jawaban KPU, mereka akan rapatkan kembali jika memungkinkan. Tapi jika tidak memungkinkan mereka tadi masih berlindung kepada UU," pungkasnya.
Berita Terkait
-
DPT Akan Ditetapkan 15 Desember, Kubu Prabowo Pastikan Ini ke KPU
-
Dahnil Klaim Banyak Pendukung Jokowi Belok ke Prabowo di Jawa Tengah
-
Sandiaga Ingin Bangun Infrastruktur Tanpa Utang, Sri Mulyani Buka Suara
-
Guntur Romli PSI: Sandiaga Tak Mengerti Dunia Ulama
-
Polisi Selidiki Misteri Kebakaran Ruang Kerja Ketua KPU
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?
-
Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Rano Karno Mau Sulap Planetarium Jakarta Setara Las Vegas
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki