Suara.com - Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Martoni mengakui ada unsur kelalaian dalam kasus tercecernya KTP elektronik atau e-KTP di wilayah Kota Pariaman.
"Permasalahan ini merupakan keteledoran petugas kami, karena memasukkan KTP elektronik yang sudah tidak terpakai ke dalam karung," kata dia seperti dilansir Antara di Polsek Pariaman, Rabu (12/12/2018).
Ia menjelaskan, e-KTP yang akan dimusnahkan tersebut disimpan di gudang dokumen terlebih dahulu. Namun karena sudah lama karung wadah penyimpannya lapuk. Permasalahan timbul saat pihaknya akan membersihkan gudang dan memisahkan dokumen yang penting dengan yang tidak.
"Dokumen yang tidak penting tersebut dibuang dan dibakar, sedangkan yang penting kami simpan," ujarnya.
Namun karena sudah lama, kata dia, karung penyimpanan KTP elektronik tersebut telah lapuk. Bahkan sudah dimakan rayap sehingga petugasnya menganggap dokumen di dalamnya tidak penting.
Menurut dia, sesuai aturannya e-KTP yang tidak terpakai itu disimpan baik-baik dan dimusnahkan dengan cara digunting.
"Proses pemusnahan KTP elektronik tersebut telah kami lakukan semenjak beberapa bulan terakhir," katanya.
Sementara itu, Kapolres Pariaman AKBP Andry Kurniawan mengatakan, KTP elektronik tersebut ditemukan oleh Zainal Arifin yang merupakan warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.
"Zainal melaporkan kepada kami sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (11/12/2018)," katanya.
Baca Juga: Detik-detik Pasukan Polsek, Polres dan Polda Tangkap Pengeroyok Anggota TNI
Ia mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pemeriksaan data sehingga ditemukan KTP elektronik tersebut memang tidak dipergunakan lagi.
Ia menjelaskan, tidak dipakainya e-KTP karena terjadi perubahan alamat pemilik, status pekerjaan dan penikahan.
"Apalagi Padang Pariaman baru-baru ini melaksanakan pemekaran nagari sehingga harus diubah dan diberikan KTP yang baru," ujar dia.
Ia memastikan tercecernya e-KTP tersebut tidak ada kaitannya dengan isu pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada 2019. Zainal Arifin mengatakan KTP elektronik tersebut ditemukannya di semak-semak di kebunnya saat menebang bambu.
"Pada saat itu tanpa sengaja saya menginjak karung dan karung tersebut robek, lalu keluarlah KTP elektronik tersebut," kata Zainal, sang penemu e-KTP yang tercecer itu.
Lokasi penemuan tersebut berada di tempat pembakaran sampah yang dikelilingi semak di kebunnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya
-
Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki
-
Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta
-
DTI Series 2026 Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi Digital Nasional
-
15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!
-
YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi
-
BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global
-
Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak
-
Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata