Suara.com - Fraksi PPP DPR ikut mengusulkan pembentukan panitia kerja (panja) untuk mendalami persoalan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP yang tercecer di beberapa tempat. Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PPP Achmad Baidowi menilai sebelum Panja e-KTP digulirkan, lebih baik Komisi II DPR RI mengadakan rapat kerja (raker) dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait dengan persoalan tersebut.
Kalaupun dibentuk Panja e-KTP, menurut dia, statusnya sama dengan panja yang sudah dibentuk di Komisi II DPR agar sebuah kasus tidak terulang kembali.
"Komisi II DPR akan segera menyikapi masalah KTP elektronik tersebut, baik melalui raker maupun bentuk panja," kata Baidowi di Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Menurut Baidowi, kalau permasalah sudah dapat diselesaikan di tingkat raker, tidak perlu lagi dibentuk panja karena keduanya tujuannya sama, yaitu agar kasus e-KTP terang benderang dan ada penyelesaian konkret.
"Terkait pengungkapan kasus e-KTP, bisa saja Komisi II DPR rapat pada masa reses karena pada hari Kamis (13/12/2018) sudah reses," ujarnya.
Baidowi mengatakan bahwa e-KTP merupakan tanggung jawab nasional dari Kemendagri. Namun, masalah e-KTP tercecer terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) di bawah pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa Dinas Dukcapil bukan lembaga struktural di bawah Kemendagri, melainkan di bawah pemda sehingga bisa saja Kemendagri sudah perintah kepada kepala daerah tetapi operasional di lapangan tidak sesuai.
"Beda dengan Kepolisian, kejaksaan, BPN, Kementerian Agama, KPU, dan Bawaslu yang sifatnya struktural hingga ke daerah," katanya.
Sebelumnya, e-KTP yang sudah dan akan habis masa berlakunya ditemukan tercecer di sekitar Jalan Bojong Rangkong, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (8/12/2018) siang. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa temuan e-KTP tercecer di Pondok Kopi, Jakarta Timur adalah masalah pidana.
Baca Juga: Gerindra Ingin Biayai Perangkat IT e-KTP Jika Pemerintah Tak Mampu
"Semua ini murni tindak pidana, tidak terkait dengan hal-hal kepemiluan dan tidak mengganggu tahapan pemilu," ujar Zudan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018).
Zudan memastikan blangko yang diperjualbelikan di Pasar Pramuka, Jakarta dan di toko platform jual beli daring adalah e-KTP palsu.
Sementara itu, ribuan keping yang ditemukan di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur adalah e-KTP yang dicetak pada periode 2011 sampai dengan 2013 dan sudah tidak berlaku alias kedaluwarsa.. (Antara)
Berita Terkait
-
Gerindra Ingin Biayai Perangkat IT e-KTP Jika Pemerintah Tak Mampu
-
Ribuan E-KTP Tercecer di Kebun, Begini Penjelasan Pejabat Dukcapil Pariaman
-
Lagi, Ribuan E-KTP Ditemukan Tercecer di Pariaman
-
Ribuan e-KTP Tercecer, DKI Perketat Distribusi Melalui Sistem Data Base
-
Polisi Dalami Alur Penjualan Blangko e-KTP Anak Pejabat Dukcapil Lampung
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Daftar Serpong Warrior Challenge Run 2026, Dapatkan Diskon Tiket via BRImo
-
Strategi Mitsubishi Fuso Kawal Roadmap Implementasi Biodiesel B50
-
Bendera Merah Putih Mulai Menghiasi Jalanan, Mengapa Tradisi ini Penting?
-
Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah
-
60 Atlet Berebut Super Tiket PB Djarum 2026, GOR Dafest Makassar Makin Memanas
-
Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN
-
Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia
-
Siswi Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati
-
Prabowo Siap Turun Tangan Jika Gubernur Hingga Kades Abaikan Teriakan Rakyat