Suara.com - La Nyalla Mattalitti akhirnya meminta maaf ke Joko Widodo atau Jokowi. La Nyalla mengaku memfitnah Jokowi dengan 3 isu.
Setelah meninggalkan kubu Prabowo La Nyalla menyatakan dukunganya untuk pasangan Jokowi - Maruf Amin pada Pilpres 2019. La Nyalla mengaku capek menjadi oposisi.
"Sekarang dukung yang pasti-pasti saja, yang programnya sudah nyata dan jelas," ujarnya beberapa waktu lalu.
La Nyalla baru-baru ini juga memberikan pengakuan yang mengejutkan. Ia mengaku sebelum menyatakan dukungan untuk Jokowi - Maruf Amin dirinya sudah memfitnah calon petahana tersebut, saat masih menjadi pendukung Prabowo Subianto.
"Saya datang ke beliau, saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah Pak Jokowi, Kristen, China. Saya yang sebarkan Obor di Jawa Timur, Madura," ungkap La Nyalla usai menemui Cawapres Ma'ruf Amin di kediaman Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta.
Awal mencuarnya isu Jokowi PKI adalah dari majalah Obor Rakyat yang kini sudah dibekuk dan dilarang. Selain PKI, dalam Obor Rakyat Jokowi juga dituduh sebagai ketururnan Tionghoa dan kaki tangan atau antek asing. La Nyalla mengaku sebagai penyebar majalah Obor Rakyat di wilayah Jawa Timur dan Madura pada Pilpres 2014 lalu.
Isu Jokowi PKI, keturunan Tionghoa dan antek asing ini sampai sekarang pun masih beredar di kalangan masyarakat. Bahkan ada beberapa bukti foto dimana tertangkap potret D.N Aidit, ketua PKI yang sedang berpidato, ada sosok diduga Jokowi yang berdiri di sebelah D.N Aidit.
Klarifikasi Jokowi
Jokowi mengaku isu bahwa dirinya PKI tidak lah masuk akal. Logikanya bahwa PKI bubar pada tahun 1965, sedang Jokowi lahir tahun 1961, “Masa ada PKI balita?” tegas Jokowi.
Baca Juga: Menanti Janji La Nyalla, Gerindra: Jangan Kaya Ruhut, Kupingnya Masih Dua
Lalu soal foto dirinya yang berada di sebelah D.N Aidit Jokowi mengatakan, setelah diteliti foto tersebut diambil tahun 1955, “Ya saya lahir aja belom masa udah berjejer (dengan D.N Aidit), kata Jokowi.
Mengenai diisukan sebagai antek asing, Jokowi menyebutkan beberapa pencapaiannya dalam mengambil alih saham mayoritas di PT Freeport setelah bertahun-tahun. Selain itu Jokowi menyinggung pengambilan alih kepemilikan blok Mahakam dan juga blok Rokan. Inilah yang dinamakan dinamika politik, pindah kubu, ganti usungan. (Keepo.me)
Berita Terkait
-
Menanti Janji La Nyalla, Gerindra: Jangan Kaya Ruhut, Kupingnya Masih Dua
-
Deddy Mizwar Klaim Laporkan Pejabat Bermain Proyek Meikarta ke Jokowi
-
Perludem: 2,5 Bulan Kampanye Tak Ada Capres-Cawapres Tawarkan Ide
-
Ditantang Jadi Imam, Tim Prabowo: Bagi Prabowo NKRI adalah Keberagaman
-
Tebus Kekalahan Jokowi, Maruf: Kita Fokuskan di Jabar, Banten dan Jakarta
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat