Suara.com - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria merespons soal janji La Nyalla Mattalitti yang mau memotong leher jika pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin kalah di Pilpres 2019. Terkait hal ini, Riza menyarankan agar para politikus tak doyan memberikan pernyataan kontroversial kepada masyarakat.
Riza pun menyamakan La Nyalla dengan politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul yang dianggap sering beretorika dengan perkataan-perkataan sensasional.
Ruhut, kata Riza, pernah berjanji kalau mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah di Pilkada DKI 2017 akan memotong kupingnya. Namun hingga kini Riza tidak pernah melihat Ruhut merealisasikan janjinya itu.
"Semua orang suka janji dan suka berita-berita yang kontroversi, Ruhut janji kalau Ahok kalah kuping dipotong, beberapa kali saya ketemu Ruhut kupingnya masih ada dua, enggak dipotong," kata Riza di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Rabu (12/12/2018).
Menyikapi hal tersebut Riza meminta kepada politisi untuk tidak asal umbar janji yang nantinya malah mempermalukan diri sendiri. Riza mengaku akan menanti janji La Nyalla terkait perkataan akan memotong leher jika Jokowi-Maruf kalah dengan pesaingnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
"Saya kira teman-teman enggak usah buat statmen berlebihan dan kontroversi, yang akhirnya (bikin) malu sendiri. La Nyalla itu janji potong leher kalau Jokowi kalah di Madura, ya kita lihat saja," pungkasnya.
Untuk diketahui, mantan politikus Gerindra La Nyalla yakin masyarakat Madura akan memilih pasangan Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 nanti. Bahkan dirinya rela memotong leher kalau hal itu tidak terwujudkan.
"Saya kan sudah ngomong, potong leher saya kalau Prabowo bisa menang di Madura," kata La Nyalla di kediaman Maruf Amin, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).
Baca Juga: Diduga Pukul Anggota TNI, Rumah Iw Dihancurkan Massa Berambut Cepak
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Ditantang Jadi Imam Salat, Sandiaga: Silakan Rakyat Menilai
-
Tebus Kekalahan Jokowi, Maruf: Kita Fokuskan di Jabar, Banten dan Jakarta
-
Dapat Banyak Dukungan Ulama NU, Maruf Amin Optimis Menang di Tangerang
-
Maruf Amin Ungkap Rahasia Tetap Bugar di Masa Sibuk Kampanye
-
Partai Gerindra Bantah Instruksikan Kader Sebar Isu Jokowi PKI
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS