Suara.com - Malam tahun baru biasanya diisi dengan beragam hiburan yang diwarnai pesta kembang api dan saut-sautan suara terompet.
Namun, seperti diketahui, beberapa daerah tengah dirundung duka karena bencana tsunami beberapa waktu lalu. Lantas apa yang dilakukan para korban tsunami saat malam pergantian tahun?
Korban bencana tsunami di Pantai Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, mengisi pergantian malam tahun baru dengan kegiatan ronda untuk mengantisipasi terjadinya bencana tsunami susulan.
"Sedang prihatin mas, warga di sini tidak merayakan tahun baru. Mereka bergantian ronda untuk melihat kondisi perairan," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus Maryani.
Maryani menjelaskan, korban bencana tsunami di perairan Teluk Kiluan yang mengungsi di pegunungan kini semuanya telah kembali ke rumahnya masing-masing.
Meskipun sudah normal, namun warga khususnya para pria terus melakukan ronda dengan cara bergantian untuk melihat kondisi di sekitar.
"Untuk korban yang tidak mempunyai rumah karena rusak dan hilang terbawa arus, mengungsi di kediaman saudaranya. Kemudian yang lainnya pulang ke rumahnya masing-masing," kata dia.
Ia menambahkan, biasanya pada pergantian tahun baru, kondisi di perairan Teluk Kiluan diramaikan oleh warga sekitar dan juga para wisatawan. Mengingat bencana tsunami tersebut, kondisi terlihat sepi dan tidak ada satu pun warga maupun wisatawan yang merayakan.
"Prihatin semua mas, mereka masih terbawa kesedihan karena bencana tsunami," kata dia.
Bencana tsunami yang menghantam tiga dusun di Sinar Maju, Sinar Agung, dan Bandung Jaya, Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus sedikitnya telah merusak 72 perahu nelayan dan empat vila di dermaga setempat.
Selain itu, satu rumah hilang total, tiga rumah rusak berat, satu selter roboh, dan satu balita berumur tiga tahun meninggal dunia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!