Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dinilai akan terlalu dominan ketika menjadi mentor debat untuk calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. SBY banyak pengalaman, sementara Prabowo dan Sandiaga minim pengalaman.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Maruf Amin, Abdul Kadir Karding. Karding menuding SBY tidak memahami persoalan yang ada di tengah masyarakat. Sebelumnya, Sandiaga mengaku akan melakukan pelatihan khusus dengan SBY.
"Ya saya kira itu bagian dari bentuk ketergantungan politik kepada Pak SBY. Jadi kita melihat bahwa peran Pak SBY begitu dominan terhadap Parbowo dan Sandiaga dan menurut saya itu juga tidak terlalu baik, tidak baik," tutur Karding saat dihubungi Suara.com, Selasa (8/1/2019).
Selain itu, Karding berpendapat bisa jadi hal itu dilakukan lantaran Prabowo - Sandiaga Uno memang tidak memiliki pemahaman yang mumpuni mengenai persoalan bangsa. Karding mengatakan, Prabowo hanya memiliki pengalaman di bidang militer. Sedangkan Sandiaga baru memiliki pengalaman satu tahun menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Pak Prabowo itu hanya pernah di militer itu pun juga beliau dipecat. Kemudian yang kedua, Sandi baru sebentar, baru setahun (jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta) apa gitu. Jadi mereka relatif tidak memiliki pengalaman dalam hal pemerintahan, kemudian birokrasi, dan hal-hal lain terkait dengan negara dan bangsa. Oleh karena itu, pasti mereka sangat tergantung dengan Pak SBY," imbuhnya.
Karding lebih lanjut mengatakan hal itu jauh berbeda dengan Calon Presiden Jokowi yang telah memiliki segudang pengalaman di pemerintahan. Adapun, kata Karding dalam kepemimpinan salah satu yang terpenting adalah pengalaman.
"Tentu ini sesuatu yang beda, beda dari sisi pengalaman, beda dari sisi kemampuan. Ini dalam kepemimpinan itu paling penting salah satunya adalah pengalaman. Jadi menurut saya memang ya itulah mereka harus belajar keras karena memang mereka tidak menguasai persoalan," pungkasnya.
Sandiaga tengah mengatur jadwal untuk bertemu dengan SBY. Pertemuan itu dilakukan Sandiaga untuk mendapatkan pelatihan jelang debat sesi pertama Capres - Cawapres. Sandiaga mengatakan SBY merupakan sosok yang berpengalaman terutama dalam menangkap isu-isu yang berkaitan dengan keluhan-keluhan masyarakat.
Baca Juga: Tim Prabowo Kasihan dengan KPU Jadi Sasaran Bully karena Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan