Suara.com - Nurhayati (36), korban pembunuhan di Apartemen Green Pramuka City diketahui sempat singgah di rumah kakaknya, Nurlela di Jalan Kali Baru Timur IV, RT 11, RW 13, Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Kedatangan Nurhayati ke rumah sang kakak merupakan pertemuan terakhir kalinya dengan kucing kesayangan.
"3 hari sebelum tahun baru dia (Nurhayati) sempat mampir ke sini," kata Sanusi, tetangga Nurlela saat ditemui di rumahnya, Selasa (8/1/2019).
Di hari terakhirnya itu, Nurhayati terlihat asik bermain dengan kucing kesayangan. Kucing tersebut selalu menjadi teman Nurhayati kala mengunjungi rumah kakaknya.
Nurhayati sempat terlihat duduk di depan rumah kakaknya sambil bermain dengan kucing putih berbulu tebal itu. Saat ditanya siapa nama kucingnya, Sanusi mengaku tidak mengetahuinya.
"Dia (Nurhayati) kemarin sempat ngeliat dia main-main sama kucingnya. Kan kucingya ditaruh di sini (rumah Nurlela). Saya enggak tahu itu jenis kucing apa. Tapi kucingya memang bagus," terangnya.
Dari pantauan Suara.com, kucing milik Nurhayati terlihat duduk di depan rumah Nurlela. Dia duduk sambil sesekali mondar-mandir ke dalam rumah seperti mencari sesuatu. Siapa sangka, pertemuan Nurhayati dengan sang kucing tempo hari itu menjadi pertemuan untuk terakhir kalinya.
Sebelumnya, aparat Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menangkap Haris Prasnastydia (24), pelaku terkait kasus pembunuhan Nurhayati. Penangkapan itu dilakukan sehari setelah korban ditemukan bersimbah darah di lorong Tower Chrysant lantai 16, Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).
Polisi membekuk Haris di kediamannya di Perumnas Kelender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu, sore. Motif pembunuhan tersebut karena Haris sakit hati dengan tindakan Nurhayati yang disebut pernah meludahinya. Haris tak lain merupakan mantan petugas keamanan Apartemen Green Cempaka City da sempat jatuh cinta dengan Nurhayati karena memiliki paras cantik. Namun cintanya ditolak.
Dalam kasus ini, Haris dijerat pasal 351 tentang penganiayaan dan pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun bui.
Baca Juga: Foto Bugil Beredar, Kondisi Mental Vanessa Angel Makin Jatuh
Berita Terkait
-
Korban Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka City di Mata Tetangga
-
Dibunuh di Apartemen Green Pramuka City, Nurhayati Dikenal Sayang Keluarga
-
Nurhayati Tewas Mengenaskan 10 Kali Ditusuk Setelah Ludahi Pemuja Rahasia
-
10 Kali Tusuk Nurayati, Eks Satpam Green Pramuka Terancam 15 Tahun Penjara
-
Punya Paras Cantik, Nurhayati Sempat Disukai Pembunuhnya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT