Suara.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyebut teror bom di rumah 2 pimpinan KPK sebagai tekanan usaha pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK. Sandiaga turut prihatin.
Sandiaga mengatakan aksi teror bom tersebut menjadi salah satu upaya teror kepada pemberantasan korupsi. Kata Sandiaga, aksi tersebut bisa dinilai sebagai reaksi dari keinginan pemerintah yang ingin membersihkan negara dari praktik-praktik korupsi.
Padahal, masyarakat sendiri menurut Sandiaga sudah muak dengan praktik korupsi yang terus bergulir di Indonesia.
"Ini upaya-upaya yang menghadirkan rasa teror banyak yang menilai ini adalah upaya menekan agar upaya-upaya kita untuk memberantas korupsi, upaya-upaya agar kita menghadirkan pemerintahan yang bersih ini terus mendapatkan perlawanan," kata Sandiaga di Kantor Pusat Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo - Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2018).
Dengan adanya kejadian tersebut, Sandiaga menyampaikan rasa prihatinnya atas aksi teror bom yang menimpa sejumlah pimpinan KPK. Di samping itu, dirinya memastikan meskipun adanya aksi teror tersebut, upaya pemberantasan korupsi harus tetap berjalan.
"Kita sampaikan bahwa Prabowo - Sandiaga bersimpati dan turut prihatin dengan upaya-upaya menebar rasa takut dan juga rasa teror. Tapi kalau untuk urusan korupsi itu kita harus totalitas. Jangan sampai kita mundur selengkal pun tidak," pungkasnya.
Untuk diketahui, dua kediaman petinggi KPK, yakni Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat dan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan dilempar bom molotov pada Rabu (9/1/2019) dini hari.
Pihak kepolisian yang langsung bergerak memeriksa saksi dan rekaman kamera pengintai CCTV di kedua rumah itu.
Sebuah botol berisi spiritus dan sumbu api tergeletak depan rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No.42C, RT01/RW03, Kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan pada pukul 05.30 WIB. Sedangkan di kediaman Agus Rahardjo, Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi ditemukan bom pipa pada Rabu pukul 06.30 WIB.
Baca Juga: Rumah Agus Rahardjo Kena Teror Bom Saat Sedang Direnovasi
Berita Terkait
-
Rumah Pimpinan Diteror Bom, ICW: Ini Bukti KPK Bekerja
-
Polisi Masih Ragu Jenis Bom di Rumah 2 Pimpinan KPK
-
Begini Bentuk Bom yang Digantung di Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo
-
Bom Rumah Pimpinan KPK, Antasari: Saya Pikir Penjarakan Saya, Teror Selesai
-
Teror Bom Rumah Pimpinan KPK, Antasari: Berantas Korupsi Jalan Terus
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba