Suara.com - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif bersyukur bom molotov yang dilempar ke rumahnya tidak meledak. Menurut Laode, teror bom pimpinan KPK tidak meledak karena pertolongan Allah.
Laode menceritakan detik-detik saat rumahnya menjadi sasaran pelemparan bom molotov pelaku misterius. Dia mengaku baru sadar rumahnya dilempar bom molotov saat bangun tidur, subuh tadi.
Atas kejadian itu, Laode mengaku langsung mengecek isi rekaman kamera pengawas alias CCTV yang terpasang di rumahnya.
"Iya ya, pelemparan itu sekira pukul 00.55 WIB melalui CCTV kami ada di rumah. Pagi ya pas bangun subuh," kata Laode saat ditemui wartawan di kediamannya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).
Menurutnya, ada dua bom molotov yang dilemparkan pelaku ke arah halaman rumahnya. Berdasarkan keterangan sopir pribadinya, satu bom molotov itu masih menyala ketika sudah dilemparkan. Namun, kata dia kondisi bom tersebut tak meledak. Sedangkan satu bom molotov yang mengarah ke atas rumahnya meledak dan membakar bagian tembok bagiam atas kediaman petinggi lembaga antirasuah itu.
"Kebetulan salah satu bom molotov-nya itu posisinya berdiri ketika dilempar, kalau yang di ataskan terbakar besar. Kebetulan itu (satu molotov) berdiri gitu, enggak pecah (berkat) pertolongan Allah. Terus pagi subuh ketika sopir datang itu masih nyala sumbu-nya," jelasnya.
Terkait kasus ini, Laode mengaku sudah mengetahui pelaku pelemparan bom molotov itu. Namun, dia enggan membeberkan karena sudah masuk ke ranah penyelidikan yang ditangani aparat polisi.
Diketahui, dua rumah pimpinan KPK menjadi sasaran teror bom, pagi tadi. Selain rumah Laode, aksi teror bom juga terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Waktu dari dua insiden tersebut nyaris bersamaan.
Teror yang terjadi di rumah Laode berupa pelemparan dua bom molotov. Sedangkan, di rumah Agus, polisi menyita tas berisi paralon berukuran besar yang terisi paku, kabel, serbuk, dan baterai. Tak ada bahan peledak di tas yang ditaruh pelaku di pagar kediaman Agus.
Baca Juga: Satu Bom Molotov Tak Meledak, Pimpinan KPK: Berkat Pertolongan Allah
Berita Terkait
-
Pelempar Bom Molotov ke Rumah Wakil Ketua KPK Berjumlah 2 Orang
-
Diteror Bom, Ketua RW: Lingkungan Rumah Wakil Ketua KPK Minim Penjagaan
-
Bom Molotov Rumah Pimpinan KPK, PRT Teriak "Ada bom!"
-
Rumah Dilempar Bom Molotov, Laode Kaget dan Keluar Rumah Bersama Istri
-
Bom Molotov Rumah Pimpinan KPK, Saksi Dengar Botol Pecah dan Motor Ngebut
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
Sentilan Keras Peter Gontha: Buat Apa Ada KY Jika Hakim 'Bermasalah' Adili Nadiem?
-
Tolak Pembukaan Lahan Sawit di Papua, Paul Finsen: Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil, Setop Barang Itu