Suara.com - Penyidik KPK gagal memeriksa dua petinggi perusahaan BUMN terkait kasus suap dugaan korupsi proyek pembangunan kampus IPDN di Agam Sumatera Barat. Sebab, Direktur Utama PT. Hutama Karya (Persero) Tbk, Bintang Perbowo dan Kepala Divisi Keuangan PT. Hutama Karya Anis Anjayani yang sudah dijadwalkan diperiksa sebagai saksi mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK.
Sejatinya, Bintang dan Anis diperiksa sebagai saksi untuk Kepala Divisi Gedung PT Hutama Karya Budi Rahmat Kurniawan yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
"Kedua saksi tidak hadir pemeriksaan (Bintang dan Anis)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).
Terkait ketidakhadiran kedua saksi itu, kata Febri, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Bintang dan Anis. Namun, Febri belum merinci kapan agenda pemeriksaan itu bakal dilaksanakan.
"Kami akan jadwalkan ulang. Belum ditentukan waktunya," tutup Febri
KPK telah menetapkan Budi sebagai tersangka kasus suap proyek pembangunan kampus IPDN di Agam, Sumatera Barat. Dalam kasus ini, Budi diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp40 miliar. Dia dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
Berita Terkait
-
Kasus Eddy Sindoro, Andy Akui Dapat Rp 30 Juta dan Ponsel dari Hendro
-
Lewat Soni, KPK Telisik Keterlibatan Pejabat Kemendagri di Suap Meikarta
-
Kerap Diteror, KPK Wacanakan Petugasnya Dipersenjatai
-
Novel Baswedan Minta Jokowi Desak Polri Ungkap Pelaku Teror ke KPK
-
Bom Molotov Teror 2 Petinggi KPK, Jokowi : Kejar dan Cari Pelakunya
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas