Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku sangat heran dengan bertebarnya isu muatan politik di balik keputusan Presiden Joko Widodo memberikan pembebasan terhadap terpidana Abu Bakar Baasyir. Meski demikian, JK, sapaan akrab Jusuf Kalla tak mau menanggapi terlalu serius tudingan pembebasan Baasyir merupakan langkah capres Jokowi untuk menarik simpati kaum muslim terkait Pilpres 2019.
"Apa sih di Indonesia ini-itu dikait-kaitkan dengan politik. Apa saja, semua dikaitkan dengan politik," katanya JK saat menghadiri acara Indonesia Millenial di hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).
Menurutnya, alasan Jokowi memberikan pembebasan terhadap Baasyir murni karena alasan kemanusiaan. Tidak ada maksud lain termasuk politik terkait adanya pembebasan Baasyir yang diberikan Jokowi.
"Ya karena alasan kemanusiaan," jelasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara DPP Front Pembela Islam yang juga Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif Slamet Ma'arif menganggap syarat muatan politik dari Jokowi terkati pembebasan Baasyir. Sebab, pemberian pembebasan terhadap terpidana terorisme yang mendekam di Lapas Gunung Sindur bersamaan dengan tahun politil terkait Pilpres 2019.
Dia menilai jika karena kasihan, seharusnya Jokowi membebaskan Baasir sejak lama.
"Beliau tidak bersalah dan korban kriminalisasi seharusnya bebas dari kemarin kemarin, harusnya sudah bebas dari dulu kenapa baru sekarang jelang pilpres ? Ada apa?," kata Slamet kepada Suara.com, kemarin.
Menurutnya, niatan Jokowi ingin mencari simpatisan umat muslim sangat jelas terlihat. Mengingat, banyak ulama yang terjerat kasus hukum dimasa pemerintahanya.
"Kalau niat dihati jadi saya nggak tahu, tapi indikasi kearah sana terlihat (meraup suara umat muslim)," terangnya.
Baca Juga: Kemenkes Jamin Ketersediaan ARV
Namun dia menilai cara Jokowi seperti ini tidak akan berhasil merebut simpatisan umat muslim. Dia menilai umat muslim Indonesia sudah bisa bersikap dan faham presiden mana yang harus dipilih pada pemilu nanti.
"Kurang yakin saya (berhasil merebut simpatisa umat muslim) karena umat tahu siapa yang penjarakan, dan umat faham sikap Uztad Abu Bakar Ba'asir terhadap Ini rezim," terangnya.
Tag
Berita Terkait
-
Yusril: Pembebasan Baasyir Tak Langgar Aturan
-
Syarat Pembebasan, Yusril: Baasyir Tolak Tanda Tangan Setia pada Pancasila
-
Rayakan Pembebasan Baasyir, Keluarga Bakal Gelar Syukuran
-
Bangun 500 Rumah Tukang Cukur, Jokowi: Sebulan Rp 800 Ribu, Sangat Murah
-
Tim Pengacara Muslim: Abu Bakar Baasyir Bebas Murni karena Proses Hukum
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Kejagung Bakal Pelajari Laporan Terkait Genosida Israel Terhadap Warga Palestina
-
Roy Suryo Ungkap Banyak Broker di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Uang Haram di Balik Tawaran Damai?
-
Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Dipastikan Asli, Polisi: Cetakan Lama Bank Indonesia
-
Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung
-
Kapolda Metro ke Anggota: Jangan Sakiti Hati Masyarakat, Satu Kesalahan Bisa Hapus Seluruh Prestasi!
-
Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?
-
Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini