Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, pembebasan narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir batal akibat tidak diterima baik oleh komunitas internasional. Sebab, sosok Abu Bakar Baasyir aalah gembong teroris di mata warga global.
Fahri menjelaskan, citra Abu Bakar Baasyir di luar negeri sudah terbentuk sebagai pemimpin tertinggi Jamaah Islamiyah (JI), organisasi yang berafiliasi kepada teroris Al Qaeda. JI dikenal sebagai kelompok teroris utama di Asia Tenggara.
"Dugaan saya, dunia internasional tidak menerima baik, sebab sudah kadung citranya Abu Bakar Baasyir ini sebagai gembong paling dalam dari Kamaah Islamiyah," jelas Fahri di Gedung Nusantara III DPR RI, Rabu (23/1/2019).
Namun, Fahri menyerahkan semua risiko itu kepada pemerintah selaku pemilik kewenangan terkait pembebasan Abu Bakar Baasyir. Fahri juga menekankan pertimbangan yang harus dilakukan pemerintah soal itu.
"Adapun pertimbangan-pertimbangan sedari awal sebenarnya pemerintah tidak boleh mengirim sinyal yang ambigu, terkait sikap terhadap kelompok-kelompok ulama dan Islam dan sebagainya," ujarnya.
Pasalnya, Fahri menilai seharusnya pemilik kewenangan mutlak terkait pembebasan tersebut berada di tangan yudikatif, bukan eksekutif.
Karena itu, Fahri menginginkan penjelasan dari pemerintah terkait instrumen yang digunakan untuk membebaskan Abu Bakar Baasyir.
"Saya mau mendengar juga dari pemerintah instrumen apa yang digunakan untuk melakukan membebaskan. Sebab, dalam rezim UU baru pascaamandemen keempat UUD 1945, presiden tidak diberikan hak mutlak lagi. Soal pembebasan napi kan sebenarnya wilayah yudikatif.”
Baca Juga: Stres Jadi Pengangguran, Daeng Nangga Tusuk Istrinya, Lalu Coba Bunuh Diri
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Baru Dibuka, 22.494 Tiket Kereta H-1 Lebaran dari Jakarta Ludes Terjual
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan