Suara.com - Aparat Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menemukan pengemis yang memiliki tabungan mencapai Rp13 juta. Kh (40) merupakan salah satu pengemis yang ditertibkan petugas Satpol PP di kawasan Yogyakarta pekan ini.
Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY Lilik Andi Ariyanto pada Selasa (21/1/2019) menyampaikan petugas uang belasan juta itu terungkap setelah petugas memeriksa Kh. Ternyata lelaki yang tinggal di Karanggede, Manyaran, Boyolali, Jawa Tengah memilik tabungan di sebuah bank yang nilanya mencapai belasan juta.
"Dana tersebut ditabung di salah satu bank, jumlahnya mencapai Rp 13 juta. Saat terjaring juga kami temukan dana cash sekitar Rp600.000," katanya kepada harianjogja.com--jaringan Suara.com.
Tabungan itu merupakan hasil dari Kh meminta-minta. Bahkan pengemis itu terbilang konsisten untuk menyisihkan keuntungan dari meminta-minta ke salah satu bank swasta. Setiap menabung, Kh bisa sedikit Rp500.000. Selama Januari ini saja, Kh sudah menabung sebanyak tiga kali. Setoran pertama Rp1,5 juta, kedua Rp500.000 dan setoran terakhir Rp1 juta.
"Ini baru satu tabungan yang kami tahu. Kami temukan saat di sekitar Pasar Kotagede. Dia mengaku ke Jogja untuk mencari kerja," katanya.
Bukan kali ini saja Satpol PP mendapati cerita gelandangan, pengemis dan pengamen yang memiliki dana tabungan yang di atas rata-rata. Pada sekitar November 2018 lalu, seorang gelandang dan pengemis bernama Ayup, 40, warga Sulawesi juga pernah terkena razia. Dari tangannya, petugas menemukan uang tunai Rp17 juta.
"Setelah didata, kami berikan pembinaan sebelum diserahkan ke Dinsos. Dia sempat berada di camp assessment Dinsos," katanya.
Lilik mengatakan, fakta tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu pelajaran bagi masyarakat agar tidak sembarang memberikan dananya untuk para pengemis, gelandangan dan pengamen di wilayah DIY. Pasalnya, sebagian dari mereka sudah menjadikan status tersebut sebagai sebuah profesi.
"Padahal dia tergolong mampu, masih berusia produktif, punya banyak dana yang disimpan. Kalau mau menyumbang atau sedekah, mestinya disalurkan ke tempat-tempat yang resmi seperti masjid atau panti asuhan," ucapnya.
Baca Juga: Kontroversi Tabloid Indonesia Barokah, Begini Kata Sandiaga Uno
Sumber: Harianjogja.com
Berita Terkait
-
Lempar Konblok ke Mobil Satpol PP, Polisi Tetapkan Pemulung Jadi Tersangka
-
Ombudsman: Kerusuhan Tanah Abang PKL vs Satpol PP karena Preman
-
PKL Tanah Abang Lawan Petugas Saat Penertiban, Pengamat: Anies Tidak Tegas
-
Pemkot Jakpus Tak Tambah Pengamanan Pasca Bentrok Satpol PP dengan PKL Liar
-
Bentrok di Tanah Abang, Pemkot Jakpus Tak Punya Data PKL Liar
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal