Suara.com - Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini berkomentar soal dorongan Ketua PBNU, Said Aqil Siradj kepada kadernya untuk memiliki peran di tengah-tengah masyarakat, termasuk harus menjadi imam masjid. Menurutnya, Jazuli organisasi masyarakat di Indonesia bukan hanya NU saja dan seluruhnya harus memiliki peran.
Jazuli menjelaskan bahwa banyak organisasi masyarakat keislaman yang berdiri berpuluh-puluh tahun dan jumlahnya bukan hanya satu. Ormas-ormas lainnya menurut Jazuli juga memiliki andil yang sama dengan NU untuk mencerahkan umat.
"Kalau dilihat dari tahunnya lebih dulu dari NU, kemudian juga banyak ormas-ormas lain yang berdiri sama-sama untuk pertama memberikan pencerahan kepada umat, yang kedua juga terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia," jelas Jazuli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (28/1/2019).
Jazuli enggan membandingkan ormas mana yang terlebih dahulu lahir di Indonesia. Namun, dirinya menilai kalau baik NU maupun ormas lainnya seperti Muhammadiyah semestinya bisa selalu berperan bersamaan tanpa harus ada yang terlihat lebih unggul atau tidak.
"Kebersamaan itu kan artinya semua orang dapat ruang secara profesional. Saya kira sudah cukup bagus sekarang NU punya peran besar, Muhammadiyah punya peran besar, ya semua harus berperan," pungkasnya.
Untuk diketahui, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradjmeminta kader-kader NU mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Termasuk di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Said Aqil dalam sambutannya di Harlah ke-73 Muslimat NU. Said Aqil mendorong kadernya untuk lebih berperan di segala sektor, dari mulai peran agama, peran akhlak, peran kesejahteraan hingga peran politik.
"Muslimat keren, tidak? Hebat, tidak? Berperan? Supaya apa keren, wasaton, agar berperan di tengah-tengah masyarakat. Peran apa? Peran agama, harus kita pegang, imam masjid, khotib-khotib, KUA-KUA harus dari NU. Kalau dipegang selain NU, salah semua," kata Said.
Berita Terkait
-
Ma'ruf Amin Tetap Pakai Sarung di Debat Capres - Cawapres Besok
-
PBNU: Jenazah Dipindah karena Beda Pilihan Caleg Mengoyak Rasa Kemanusiaan
-
Rumah Pimpinan Diteror Bom, PBNU: Nyali KPK Tak Akan Ciut!
-
Dubes Baru Saudi ke PBNU, Said Aqil: Ada Gesekan Namanya Juga Saudara
-
Gara-gara Sebut Nahdlatul Ulama Sesat, Arab Saudi Ganti Duta Besar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat