Jangan karena saya menteri, seleranya harus selera menteri, nggak boleh. Kalau untuk kepentingan publik, seleranya harus selera publik. Gedung kita, kantor kita akan dililiti oleh stiker lagi, seperti Asian Games kemarin. Saya diminta untuk memutuskan, mana yang mau kita pilih stikernya, saya katakan nggak, kita bawa kebetulan ada acara ini, saya bawa ke sini. Tadinya votingnya melalui internet segala rupa, lama nggak praktis, terlalu ideal. Kita putuskan di sini, nanti saya akan minta teman-teman memilih suaranya yang paling keras yang mana. Ini ada dua desain, saya berikan 20 detik untuk melihat.
di sebelah kiri ini desain nomor 1, di sebelah ujung sana desain nomor 2, saya akan tanya kepada teman-teman, referensi teman-teman itu memilih nomor satu atau nomor dua, sebentar, sebentar, sebentar, sebentar, yang pegang mix saya, teman-teman nanti bagiannya ada.
Ini nomor satu, ini desain nomor dua, saya mulai dari sebelah sini yang agak kosong, putar-putar, sebelah sini pilih nomor satu, nomor dua, satu, sebelah sini paling banyak nomor satu, nomor duanya ada, oke nggak apa-apa.
Sebelah sini, nomor satu atau nomor dua, ini dari IKP yang buat, mana, oke yang nomor dua lebih sedikit. Sebelah sana nomor satu atau nomor dua, sebelah sini, sebelah sini, sebelah sana, sebelah sini, ini susah-susah gampang yah, tidak ada kaitannya dengan pencoblosan pilpres nanti, jangan dikait-kaitkan dengan pencoblosan pilpres. Kalau dikait-kaitkan dengan pilpres, saya akan ambil hak prioritas saya untuk menetapkan, jadi tidak ada kaitannya dengan pilpres.
Coba ibu tadi yang nyoblos nomor dua mana, sini, sini, ibu bilang nomor dua atau nomor satu, ya sini satu, sini. Mohon jangan ada yang merekam terus diviralkan jadi hoaks nih, ayo cepet. Tadi yang nomor satu di sini mana, sini, sini. Ibu kenapa memilih nomor ini (menunjuk desain nomor dua).
Perempuan ASN Kemenkominfo: Eehh, bismillahirrohmannirrohim, ehh mungkin terkait keyakinan aja pak, atas visi misi yang disampaikan oleh nomor dua, yakin aja.
Menteri Rudiantara: bu ini tidak boleh dikaitkan dengan capres, saya cuma tanya milih yang itu atau yang ini.
Perempuan ASN Kemenkominfo: Ohh gambarnya (sambil tertawa) yang nomor dua pak, karena kita sebagai warga negara yang baik, memang kita harus memastikan dulu, tempat, harus tahu ke depannya gimana yang untuk pemilu serentak ini, kita harus memastikan dulu aplikasi untuk pemilihan pemilunya.
Menteri Rudiantara: Ibu nggak jujur, mohon maaf, ibu tidak jujur, karena pesannya, semuanya sama, yang beda hanya warna dan desain, nggak, saya katakan tadi kita tidak boleh dikaitkan dengan pilpres, ibu mengatakan keyakinan nomor dua, nggak ada urusannya bu, saya cuma tanya bedanya ini apa kenapa, karena yang beda warna dan desain, saya tanya kenapa alasannya apa, ohh kan..
Baca Juga: Tak Berizin, Ketua Seknas Prabowo - Sandiaga Tak Bisa Jenguk Ahmad Dhani
Mana yang satu tadi, sini, cepet ayo, kenapanya alasannya milih ini.
Peserta lain: warnanya lebih cerah pak, lebih berwarna.
Menteri Rudiantara: Nah itu lebih pas, karena ini bicara mengenai warna dan desain, bukan mengenai keyakinan dan platform, jadi saya terima alasannya nomor satu, saya tidak terima alasannya nomor dua karena, mohon maaf ibu tidak bicara mengenai desain dan ini, ya gak papa terima kasih bu, terima kasih bu.
Kemudian dua orang perempuan ASN Kemenkominfo dipanggil Menteri Rudiantara turun dari panggung. Lalu satu orang perempuan kembali dipanggil dan ditanya lagi oleh Rudiantara.
Menteri Rudiantara: Bu, bu yang bayar gaji ibu siapa sekarang, pemerintah itu siapa, ahh, bukan yang keyakinan ibu, ya udah makasih.
teman-teman semua, tadi sudah disampaikan, kita sebagai kominfo jangan larut, hanya kepada pilpres, justru kita harus menjadi penyatu dari pada perbedaan-perbedaan, jadi tolong titip temen-temen ya yang tadi saya sampaikan, bahwa kita mempunyai pilihan haknya diatur, tapi justru sebagai kominfo harus bisa menyatukan perbedaan2 pendapat, kita harus perangi yang membuat perbedaan2, perbedaan dalam artian hoaks, perbedaan berita palsu dan sebagainya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Cetak Kartu SNBP 2026
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag