Suara.com - Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestiano Dardak resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, setelah dilantik Pesiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (13/2/2019).
Acara pelantikan didahului dengan proses penyerahan petikan Keputusan Presiden oleh Presiden RI kepada Khofifah dan Emil.
Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh rohaniawan dan dipandu langsung oleh Presiden Jokowi. Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan penandatanganan berita acara pelantikan.
Pelantikan Khofifah dan Emil berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 2/P Tahun 2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur.
"Sebelum saudara mengucapkan sumpah berkenaan dengan pengesahan dan pengangakatan saudara sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur masa jabatan 2019 -2024. Bersediakah saudara diambil sumpah jabatan," ujar Jokowi saat pelantikan.
"Bersedia," jawab Khofifah dan Emil.
Jokowi kemudian melantik Khofifah dan Emil seraya memandu membacakan sumpah dan jabatan.
"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar RI 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya selurus-lurusnya serta berbakti pada masyarakat nusa dan bangsa," kata Jokowi yang diikuti Khofifah dan Emil.
Sebelumnya, berdasarkan hasil penghitungan suara KPU Jawa Timur pasangan Khofifah dan Emil yang diusung oleh koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PPP, PAN dan Nasdem, memeroleh 10.465.218 suara atau 53,55 persen.
Baca Juga: Sah! Khofifah dan Emil Dardak Jabat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur
Sedangkan pasangan nomor urut 2, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, yang diusung koalisi PDIP, PKB, PKS dan Gerindra, memperoleh 9.076.014 suara atau 46,5 persen.
Dalam acara pelantikan hadir Ibu Negara Iriana Jokowi; Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mufidah Jusuf Kalla; Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti; dan, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.
Selanjutnya Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi; Menteri BUMN Rini Soemarno; Jaksa Agung M Prasetyo; Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi; Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo; dan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.
Kemudian, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Ketua Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, juga turut hadir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan