Suara.com - Faisal Basri, ekonom dari Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance, menyatakan capres dan cawapres peserta Pilpres 2019 harus menawarkan keteraturan dalam menggarap proyek infrastruktur. Artinya, program infrastruktur harus disusun teratur dan terarah.
Dia menerangkan, pembangunan infrastruktur harus susunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Faisal mencontohkan, pembangunan infrastruktur pada era Presiden Jokowi yang dinilai tidak teratur dengan RPJMN. Alhasil, RPJMN yang telah disusun tidak tercapai semua.
"2015 Jokowi bilang bangun MRT di 5 kota. Kalau Jokowi ngomong begitu, tidak tertib RPJMN. Jadi Proyek yang disusun secara tertib oleh Bappenas hasilnya pasti bagus," ujarnya dalam sebuah diskusi di Nifarro Park, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).
Faisal mengungkapkan, proyek kereta cepat Jakarta – Bandung juga jalur trasenya tidak sesuai RPJMN.
Dia menuding, ada kepentingan perusahaan lain agar bisa mengambil keuntungan dengan adanya kereta cepat Jakarta – Bandung tersebut.
"Kereta cepat dibelokkan ke Meikarta dan Gedebage, itu ada proyek Sumarecon, itu proyek properti," tutur dia.
Maka dari itu, Faisal meminta kepada kedua capres dan cawapres agar kampanye pembangunan bisa sesuai dengan RPJMN.
"Ayo tertib bernegara. Jangan tiru yang dilakukan negara lain yang tidak tertib, jadi jelas. Janji kampanye harus masuk RPJMN dan itu jadi acuan," tutup Faisal.
Baca Juga: KPU Persilakan Prabowo Salat Jumat di Masjid Kauman Semarang
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya
-
Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM
-
Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa
-
Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat
-
Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans
-
Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan
-
Pemprov DKI Pertahankan Privilege Mobil Listrik: Bebas Pajak dan Ganjil Genap
-
Eks Bintang Arsenal Alexis Sanchez Bawa Sevilla Keluar dari Zona Degradasi
-
Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini
-
Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius