Suara.com - Tiga orang perempuan PSK ditangkap polisi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ternyata, ketiganya dijajakan oleh sepupunya sendiri.
Ketiga PSK itu adalah ibu rumah tangga berinisial YA (27), R (37), dan LN (38). Dua nama pertama adalah warga Dusun Krajan, Desa Bareng, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Sementara LN adalah warga Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Selain tiga PSK itu, polisi juga menangkap dua pemilik warung yang menyediakan tempat prostitusi, yakni pria berinisial DM dan perempuan berinisial M, serta makelar berinisial J.
J masih memiliki hubungan sepupu dengan PSK dan sama-sama dari Banyuwangi. Dua kondom berisi sperma juga disita oleh polisi sebagai barang bukti.
“Modusnya, di belakang warung (di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Pakusari), ada kamar yang diperuntukkan untuk perbuatan tidak senonoh pasangan bukan suami istri,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, seperti diwartakan Beritajatim.com, Jumat (15/2/2019).
Polisi berhasil mengungkap praktik prostitusi ini setelah mendapat laporan dari kiai dan ulama.
“Ini sinergi ulama dan umara dari grup WhatsApp LPAI (Lajnah Pembinaan Akhlak Islami) Jember. Ustaz Abu Bakar menginformasikan di grup soal tempat-tempat yang diduga untuk prostitusi. Lalu Ustaz Faizin Hasbi menginformasikan kepada kami. Dalam hitungan jam, kami meluncurkan tim dan merazia,” kata Kusworo.
Tarif PSK ini berkisar antara Rp 85 ribu sampai Rp 120 ribu. Mereka berbagi hasil dengan pemilik warung. Para pemilik warung ini dijerat dengan Pasal 296 jo Pasal 506 KUHPidana. Ancamannya hukuman pidana satu tahun empat bulan penjara.
“Warungnya sudah kami beri garis pembatas. Namun tersangka menyatakan sudah tobat dan kamar itu akan dibongkar sendiri,” kata Kusworo.
Baca Juga: Kolev Percayakan Lini Depan Persija pada Bambang Pamungkas
Berita Terkait
-
Jaksa Pose 2 Jari saat Foto Bareng Ahmad Dhani, Kajati Jatim Ogah Komentar
-
Sembari Disetubuhi, Pemuda Bunuh Nenek Berusia 83 Tahun
-
Rayakan Valentine Day di Hotel, 6 Pasangan Kumpul Kebo Digelandang
-
Nenek Sukinem Tewas dengan Mulut Tersumpal, Dibunuh Berondong Pacarnya
-
DJ Seksi Thailand Liburan ke Jawa Timur, Kagum Indahnya Bromo
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan