Suara.com - Monica Margaret (33), seorang dosen salah satu perguruan tinggi di Jakarta menjadi korban kejahatan dengan modus kempis ban seusai pulang mengajar di kampusnya. Lewat modus tersebut, para bandit jalanan itu berhasil menggasak uang senilai Rp 13 juta dan satu buah telepon seluler (ponsel) milik dosen pengampu mata kuliah Kriminologi tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Iptu Fajrul Choir mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban hendak pulang ke rumahnya di kawasan Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Selatan. Saat itu, Monina baru saja selesai mengajar di kampusnya di kawasan Jakarta Barat.
Saat melintas di Jalan Raya Ciledug, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tiba-tiba ada orang tak dikenal menggunakan sepeda motor mengetuk kaca mobil korban.
"Pelaku seperti memberitahu sesuatu ban kempis. Lalu korban memberhentikan mobil dan mengeceknya, tapi bannya tidak kenapa-kenapa," kata Fajrul pada wartawan, Rabu (20/2/2019).
Saat korban kembali ke mobilnya, tiba-tiba tas berisi uang senilai Rp 13 juta dan satu unit ponsel miliknya raib. Akhirnya, sang dosen pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.
Lebih jauh, Fajrul menambahkan, kejadian tersebut merupakan kasus kejahatan jalanan dengan modus ban gembos. Saat ini, polisi tengah menyelidiki kasus tersebut.
"Pelaku menggunakan dua motor berjumlah empat orang. Kami sedang selidiki kasus tersebut dan akan berkordinasi dengan Resmob Polres Jaksel guna pengungkapannya," tandasnya.
Berita Terkait
-
Dua Begal Bersenjata Stik Golf Tewas Dihantam Penjual Ayam
-
Berjalan Sendirian, Subakti Diperas Kawanan Bandit di Tambora
-
Demi Duit Rp 300 Ribu, 2 Mahasiswi Bandung Kritis Dipepet Bandit
-
Waspada, Marak Rampok Bermodus Jadi Korban Tabrak Lari
-
Marak Bandit Jalanan Bersenjata Api di Jakarta, Ini Kata Polisi
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata