Suara.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi protes Bawaslu Jawa Tengah nyatakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersalah melanggar etika. Sebab Ganjar mengajak 34 kepala daerah menangkan Calon Presiden Jokowi di Pilpres 2019.
Hendrar Prihadi menyatakan sebagai pejabat politik, 34 kepala daerah wajib menangkan Jokowi. Menurutnya, deklarasi dukungan kepada daerah merupakan hal yang lumrah.
Bahkan menjadi sebuah kewajiban jika ada proses politik seperti pileg dan pilpres untuk memenangkan partai atau presiden yang selama ini sejalan dan sewarna.
"Kami ini pejabat politik, maka sudah kewajiban sebagai kader. Jadi kalau kemudian kumpul-kumpul kayak gitu di hari libur tanpa fasilitas negara dipersoalkan Bawaslu, itu menurut saya Bawaslu terlalu lebay," kata Hendi, di Balaikota Semarang, Senin (25/2/2019).
Hendi menyebut, apa yang diputuskan Bawaslu telah menjadi preseden yang buruk bagi dirinya maupun para kepala daerah, yang hari ini berada dalam wilayah politik.
"Ini memang seksi sekali, Bawaslu berani menegur gubernur, kepala daerah, ini seksi sekali. Tapi jangan seperti itu, ini jadi preseden yang buruk, terutama buat kita-kita yang memang hari ini ada di wilayah politik," ucap Hendi.
Deklarasi kata Hendi, juga tak akan mempengaruhi palayanan pada masyarakat yang tanpa sekat. Di Semarang dia menjamin apa pun warna partai akan dilayani sama baiknya.
"Baik yang warnanya merah, kuning, biru, pasti kita layani baik. Tapi boleh dong, pada saat kita ada sebuah tugas dari partai kita harus menjalankan tugas itu dengan baik. Kita itu kader tulen. Jadi Bawaslu tidak melihat sepeti itu," jelasnya.
Karenanya, Hendi mengaku tidak sepakat dengan apa yang telah diputuskan oleh Bawalsu. Bahwa yang dilakukan Bawaslu dengan menegur gubernur dan kepala daerah perlu di koreksi.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Tolak Dinyatakan Bersalah Ajak Kepala Daerah Dukung Jokowi
"Saya tidak sepakat dan protes keras, keputusan Bawaslu perlu ada koreksi," tukas Hendi.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
-
Tuduh Jokowi Sebar Hoaks, Eggi Temui Habib Rizieq dan Mangkir dari Bawaslu
-
Bawaslu Proses Laporan Koalisi Masyarakat Anti Hoaks Terhadap Jokowi
-
Ganjar Pranowo Tolak Dinyatakan Bersalah Ajak Kepala Daerah Dukung Jokowi
-
Bawaslu Rekomendasikan Ganjar Pranowo Disanksi Karena Dukung Jokowi
-
Bawaslu: Deklarasi Ganjar Pranowo Dukung Jokowi Langgar Aturan
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
WNA Amerika Jual Lahan di Kintamani Bali, Begini Respons Imigrasi
-
Bedak Wardah Colorfit Shade 33W Olive Beige Cocok untuk Warna Kulit Apa? Cek di Sini!
-
9 Sabun Cuci Muka Pria untuk Mencerahkan Wajah, Ampuh Angkat Minyak dan Kulit Kusam
-
Ada Wanita 19 Tahun di Rumah Dinas Mantan Kalapas Waingapu, Kanwil Ditjenpas Beri Klarifikasi
-
Juniver Girsang Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menghabisi Lawan Politik
-
Geely Coolray Bergaya Racing Mejeng di GIIAS 2026
-
Kenapa Putra Raja Gowa Tuntut Pencabutan Perda Lembaga Adat Daerah
-
Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan
-
Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total
-
Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung