Suara.com - Calon Presiden Prabowo Subianto mengungkap ada rekayasa undang-undang dalam proses pencalonan presiden dan wakil presiden 2019. Ia menduga hal itu dilakukan oleh para elit.
Prabowo mengatakan ada banyak rekayasa undang-undang dibuat oleh para elit. Regulasi itu sengaja dibuat agar warga Indonesia tidak mempunyai banyak pilihan dalam menentukan calon presiden maupun wakil presiden.
"Bukan kami orang hebat. Pasti banyak yang lebih hebat dari kami. Hanya kebetulan sistem politik yang dirancang membuat pada saat itu tidak banyak pilihan," kata Prabowo di Gedung Grand Pacific Hall, Jalan Magelang, Yogyakarta, Rabu (27/2).
Kendati demikian, ia bersyukur masih dapat memilih Mantan Pengusaha dan Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai calon Presiden.
"Alhamdulillah masih ada pilihan bagi rakyat Indonesia," kata dia.
Salah satu yang disyukuri oleh Prabowo dari sosok Sandiaga adalah usianya yang lebih muda. Hal ini dinilai membuat Sandiaga lebih gesit dan kuat.
"Untung dia lebih tua dari saya. Artinya dia lebih gesit dan lebih kuat. Kalau saya bisa (kampanye) satu titik, dia 15 titik sehari," ujar dia.
Kampanye Prabowo di Yogyakarta dilakukan serangkaian dengan kunjungannya ke Temanggung, Jawa Tengah. Prabowo tiba di Grand Pacific Hall sekitar pukul 13.20 WIB untuk menghadiri acara temu purnawirawan TNI. Hadir pula dalam acara tersebut calon anggota DPR RI Dapil Yogyakarta Titiek Soeharto.
Baca Juga: Kubu Prabowo Minta Pemerintah Tunjukkan Data WNA yang Punya e-KTP
Kontributor : Sri Handayani
Berita Terkait
-
Sandiaga Tambah Dana Kampanye Rp 32 Miliar dan Prabowo Rp 2 Miliar
-
Ditemani Titiek Soeharto, Prabowo Disambut Riuh di Yogyakarta
-
Panggil "You" ke Ulama, Tim Jokowi: Prabowo Kasar Sekali
-
Timses Ziarah ke Makam Jenderal Soedirman, Prabowo Tidak Ikut
-
PSI Minta Penyebar Hoaks Ratna Sarumpaet dari Tim Prabowo Ditangkap
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Populasi Dunia Tembus 8,2 Miliar, Studi Sebut Bumi Sudah Kelebihan Beban
-
Panas! Iran Tolak Gencatan Senjata Perang
-
BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal
-
China dan Pakistan Gabung Perang Timur Tengah! Beijing Masih Tahan Diri Kirim Bantuan ke Iran
-
Skandal Cukai Rokok, KPK Periksa Pengusaha Liem Eng Hwie Terkait Dugaan Suap di Bea Cukai
-
Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi
-
Jurus Pramono Cegah ASN Jakarta 'Keluyuran' Saat WFH Jumat, Ini yang Bakal Dilakukan
-
Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?
-
Terkuak, Pelaku Mutilasi Bekasi Jual Motor Vario dan Beat Milik Korban Lewat Facebook
-
Pramono Anung: Pelayanan Publik Jakarta Tak Ikut WFH Tiap Jumat