Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengritik pelaksanaan Pemilu tahun ini. Pasalnya, masyarakat harus mencoblos beberapa kertas suara untuk memilih pilihannya.
Menurut Ketua Umum PMI ini, cara memilih dengan mencoblos adalah cara lama yang sebenarnya tidak perlu digunakan lagi.
"Pemilu ini yang tersulit di dunia. Karena orang kira-kira harus nusuk 5 kali. Nusuk ini primitif sebetulnya," kata Wapres JK saat menghadiri Diskusi Prospek Ekonomi di Tahun Politik, di Hotel Westin, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).
JK menuturkan, alasan Indonesia masih mencoblos, karena masyarakat masih ada yang buta huruf. Disebutkannya, saat ini sebanyak 3 persen masyarakat dari total penduduk masih buta huruf.
"Dasarnya sederhana karena masih ada yang buta huruf yakni 3 persen di Indonesia. Jadi kita ikuti yang 3 persen abaikan 97 persen," ucap dia.
Maka dari itu, Indonesia harus merubah tata cara memilih dalam pemilu. Karena, memilih lewat mencoblos itu hanya ada di dua negara yaitu di Indonesia dan Afrika.
"Zaman saya pernah contreng 2009 tapi kembali ke tusuk, nyoblos," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
-
Pelapor Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Dipanggil Polda, Laporan Eggi Sudjana Dicabut?
-
Tok! Hakim Tolak Eksepsi Nadiem Makarim, Sidang Korupsi Chromebook Lanjut ke Pokok Perkara
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
KPK Tetapkan Gus Yaqut Jadi Tersangka Kasis Kuota Haji, Maman PKB: Harus Diusut Tuntas
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik