Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatauan dan kesatuan meski berbeda pilihan politik di Pemilu 2019. Jokowi tidak ingin perbedaan pilihan Capres dan Cawapres membuat antar warga tidak saling sapa.
Dalam kesempatan ini, Jokowi sempat bercerita saat bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani beserta istrinya Rula Ghani. Jokowi mulai membandingkan antara Indonesia yang damai dengan Afghanistan yang sedang terjadi konflik.
Jokowi berharap tidak ada konflik di Indonesia saat Pemilu 2019.
"Pertama saya ingin sampaikan bahwa di Afghanistan memiliki 7 suku, di Indonesia 714 suku. Dan kurang lebih 40 tahun yang lalu karena konflik dua suku di Afghanistan yang satu membawa teman dari negala luar, negara lain dan yang satu membawa teman dari luar dari negara lain akhirnya dua suku tersebut menjadi berperang. Dan sudah 50 tahun sampai sekarang tidak terselesaikan," tutur Jokowi saat memberikan sambutan pada Harlah ke-46 PPP di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2/2019).
Mendengar cerita tersebut langsung dari Rula Ghani, Jokowi mengaku mendapat masukan dari Ibu Negara Afghanistan terkait menjaga persatuan di Indonesia. Jokowi diminta untuk segera bisa menyelesaikan jika terjadi konflik antar suku atau agama.
"Presiden Jokowi hati-hati konflik antar suku ini segera padamkam apalagi yang menyangkut agama," ujar Jokowi mengulang pesan dari Rula Ghani.
Jokowi lantas mengkaitkan adanya potensi konflik karena beda pilihan Pilpres 2019. Mengingat menjelang pencoblosan 17 April mendatang hoaks dan fitnah bermunculan.
Ia pun mengajak elite politik dan timses pasangan calon untuk menggunakan cara-cara yang sehat tanpa melukai sesama anak bangsa karena urusan Pilpres 2019.
"Jangan karena urusan politik pilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden, aset terbesar, modal tebesar kita persatuan menjadi terganggu. Gara-gara hoaks, gara-gara fitnah, ghibah, kabar bohong yang sekarang ini tidak hanya muncul ke media sosial tapi mumcul dari pintu ke pintu, rumah ke rumah," ujarnya.
Baca Juga: Ayah Hadiri Wisuda Putrinya yang Meninggal Dunia, Ini Video Pilunya
Terkait kabar bohong dan fitnah, Jokowi mengaku sudah menginstruksikan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar dapat menindak tegas para pelaku hoaks menjelang pemilihan umum 17 April 2019.
"Saya mengajak semuanya untuk berani merespon ini segera. Bukan barang yang sepele ini hati-hati serta tegas saya bilang ke Kapolri, tindak tegas kepada siapa pun yang mengganggu persatuan bangsa kita dengan cara menyebarkan hoaks dari pintu ke pintu dan media sosial. Ini saya sampaikan karena semakin mendekati 17 April," kata Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Dasco Sebut Tak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite dan Pertamax: Stok BBM Kita Cukup
-
Terungkap! Motif Keji Pembunuhan Mayat dalam Freezer di Bekasi, Gara-gara Tolak Ajakan Merampok
-
BGN Tegaskan 93 Persen Anggaran MBG Langsung untuk Masyarakat, Bantah Isu Dana Rp335 Triliun
-
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Warga Sipil
-
DPR Apresiasi Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM, Dasco: Masyarakat Jangan Panik dan Menimbun
-
Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi
-
Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran
-
Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon
-
Misteri Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, TAUD Identifikasi 16 Pelaku dan Jejak Struktur Komando
-
Gus Yaqut Bantah Terima Uang 30 Ribu USD dari Maktour dalam Kasus Korupsi Kuota Haji