Suara.com - Hasil survei terbaru Cyrus Network menunjukkan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin mengungguli lawannya, yakni Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Dalam survei tersebut, jika Pemilu 2019 dilaksanakan hari ini Jokowi - Ma'ruf mendapatkan suara 57,5 persen dan Prabowo - Sandiaga 37,5 persen.
Dalam survei juga disebutkan sebanyak 3,7 persen belum memutuskan dan 1,6 persen tidak menjawab. Survei dilakukan dengan metode simulasi kertas suara. Dalam artian setiap pemilih yang menjadi sampel survei diberikan kertas suara untuk memilih.
Metode lainnya yaitu simulasi top of mind. Simulasi ini menanyakan kepada calon pemilih tanpa menggunakan kertas suara. Hasilnya Paslon nomor urut 01 mendapatkan suara sebesar 55,2 persen. Lalu Paslon 02 hanya meraih 36,0 persen. Sisanya, 4.2 persen belum memutuskan, 3,3 persen tidak menjawab dan 1,3 persen untuk pilihan lainnya.
Cyrus Network juga melakukan survei mengenai wilayah kampanye dari tiap kubu paslon. Wilayahnya terbagi menjadi dua, wilayah udara di media sosial dan platform internet lainnya, dan wilayah darat untuk kampanye langsung.
Hasilnya ternyata dari total pemilih di Indonesia hanya 40 persen yang terhubung jaringan internet atau menggunakan media sosial seperti WhatsApp dan Line. Sementara 60 persen sisanya tidak memiliki akses terhadap kampanye di wilayah udara.
Aplikasi paling populer bagi pengguna internet adalah Facebook dengan 32 persen dan WhatsApp diakses 33 persen dari total pemilih di wilayah udara. Sementara Twitter hanya menyumbang 3 persen. Padahal menurut Cyrus Network aplikasi ini menjadi favorit para politikus di Indonesia.
"Kampanye Politik di media sosial memang terlihat ramai dan panas. Tapi populasi yang terlibat tidak berkembang dan cenderung jenuh," ujar CEO Cyrus Network, Hasan Hasbi di Hotel Akmani, Gondangdia, Jakarta Pusat Kamis (28/02/2019).
Untuk wilayah darat, data dari Cyrus Network menunjukan kampanye wilayah tersebut masih minim. Dari total populasi pemilih, Hasan menyebut hanya 12 responden yang mengaku telah merasakan kegiatan Timses Jokowi - Amin di daerahnya. Sementara untuk Prabowo hanya 6,5 persen responden yang telah merasakan program dari kubunya.
Dari data tersebut, kampanye di wilayah darat sebenarnya lebih menyediakan lumbung suara bagi kedua Paslon karena memiliki 60 persen calon pemilih dari totalnya. Menurut Hasan, padahal wilayah ini minim akan hasutan dan hujatan politik.
Baca Juga: Kasus Suap Air Minum, KPK Sita Logam Mulia 500 Gram dari Pejabat PUPR
"Jadi pekerjaan rumah bagi kedua Paslon adalah memaksimalkan perang di darat daripada di udara. Walaupun kedua Paslon kerap mengklaim akan bergerak dari pintu ke pintu, nyatanya data berkata lain," kata Hasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing
-
Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama
-
Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing
-
Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok
-
Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit
-
'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai
-
Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia
-
Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak
-
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
-
Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!