Suara.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) membantah apabila Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut lebih dekat dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ucapan itu pertama kali dilontarkan dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Hidayat mengatakan, sikap PKS sudah sangat jelas sejak Presiden PKS Sohibul Iman menolak ajakan Presiden Jokowi untuk masuk ke dalam kabinet. Dirinya juga meyakini posisi PKS hingga kini kerap mengkritisi program-program pemerintahan Jokowi yang menurutnya tidak sesuai.
"Kalau itu (PKS dekat dengan Jokowi) sudah jelas tidak benar, dari dulu PKS posisinya sangat jelas ketika pak Sohibul Iman pertama kali ketemuan dengan pak Jokowi," kata Hidayat di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senin (4/3/2019).
"Sudah sangat jelas dari dulu sudah demikian, tidak pernah PKS bermain mata kemudian berada di dalam kabinet," sambungnya.
Meski demikian, Hidayat tidak memungkiri PKS terkadang mendukung sejumlah program kabinet Indonesia Kerja. Namun Hidayat memastikan kalau PKS berada di luar kabinet tersebut dan bukan sebagai bentuk dukungan untuk pemerintahan Jokowi.
"Posisi PKS adalah berada di luar kabinet dan tidak masuk ke dalam kabinet dari dulu sangat jelas dan itu psatinya bisa diterima secara rasional," katanya.
Untuk diketahui, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai PKS lebih dekat dengan Jokowi. Meski PKS adalah pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Koalisi Indonesia Adil dan Makmur di Pilpres 2019.
Hal itu dikatakan Fahri Hamzah saat ditanya soal undangan PKS ke deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia atau GARBI di Oval Atrium Mall Epiwalk, Rasuna, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019). Fahri Hamzah merupakan inisiator GARBI. PKS tidak datang di acara itu, namun Fahri memastikan PKS diundang.
"PKS ini kan menurut saya, PKS dengan Jokowi lebih dekat. Kenapa? Karena feodal. Tidak terbuka, tidak berani apa adanya," kata Fahri Hamzah.
Baca Juga: 2 Nama Cawagub DKI Diserahkan ke DPRD
Berita Terkait
-
Pernah Akui Rp 11.000 Triliun di Luar Negeri, Fahri Sebut Jokowi Blunder
-
Jokowi Ungkap Cerita yang Jadi Inspirasi di Balik Kartu Saktinya
-
Jokowi Rencana Pakai Sarung Tiap Hari, Tujuannya Ini
-
Fahri Hamzah Sebut PKS Lebih Dekat dengan Jokowi
-
Jokowi: Yang Berani Ganti Pancasila Akan Berhadapan dengan Pemuda Pancasila
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki