Suara.com - Suara.com - Peristiwa sadis yang melibatkan anggota keluarga kembali terjadi, kali ini seorang Warga Desa Babakan Kecamatan Bandung Kabupaten Serang tega membacok istri dan anaknya.
Aksi tersebut terjadi lantaran pertanyaannya tidak digubris sang istri pada Senin (4/3/2019).
Kejadian tersebut bermula dari persoalan rumah tangga H dengan sang istri J (42). Dari keterangan yang disampaikan Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan,pelaku merasa kesal lantaran sang istri tidak menjawab pertanyaan yang disampaikan Hermawan.
"Pagi itu, dia bilangnya, karena dia nanya ke istrinya, yang lagi sedih, murung, kemudian korban menjawab tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan, sehingga dia jengkel dan marah, sementara baru itu saja," kata Indra, Selasa, (5/3/2019).
Lantaran kesal tak digubris, H meluapkan emosi dan mengambil sebilah golok untuk membacok istrinya J dan anak tirinya Ja yang masih berusia dua tahun. J yang tak berdaya berhasil selamat, meski mengalami luka bacok disekujur tubuhnya. Sedangkan, Ja harus meregang nyawa akibat luka di bagian leher.
"Pelaku sudah kita amankan di Mapolres kita periksa kejiwaannya dulu," ucap Indra.
Indra mengemukakan H menghujani J dengan bacokan hingga tak berdaya dan kemudian berniat menghabisi nyawa anak tirinya.
"Kita masih dalami kronologis pastinya, karena memang saat pembacokan berlangsung posisi Junata tengah digendong oleh Jarmi," jelasnya.
Masih menurut Indra, sampai saat ini, J masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit lantaran luka bacok yang diderita cukup parah.
Baca Juga: Anies Kumpulkan Lurah dan Camat se-Jakarta untuk Samakan Persepsi
Akibat perbuatanya, H terancam pasal Pasal 80 uu 34 2014 tentang perlindungan anak dan KUHP 338 pembunuhan, ancaman 15 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Duka Aktivis Perempuan, Dianggap Aliran Sesat sampai ATM Diblokir Suami
-
Dianggap Tak Dandan Cantik saat Kondangan, Istri Ditusuk Suami
-
Istri Dibakar Hidup-hidup oleh Suami, Cuma karena Cekcok di WA
-
Cekcok, Suami Siram Istri Pakai Pertalite dan Dibakar Hidup-hidup
-
Cegah KDRT, Ini Aspek Penting yang Harus Dilakukan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT