Abdullah (4), yang paling muda di keluarganya, bersama empat saudaranya di dalam masjid yang semuanya selamat dari serangan teroris.
Keluarganya telah menyelamatkan diri dari Somalia, yang dicabik perang, pada pertengahan 1990-an sebagai pengungsi dan menetap di Selandia Baru.
Pamanya, Abdulrahman Hashi, seorang tokoh agama di satu masjid di Kota Minnepolis, AS, mengatakan kepada New Zealand Herald bahwa serangan teror adalah masalah ekstremisme.
"Sebagian orang mengira orang Muslim di negeri mereka adalah bagian dari itu, tapi ini adalah orang yang tak bersalah," katanya.
Sayyad Milne
"Saya mencintai anak lelaki kecil saya. Ia baru berusia 14 tahun," kata ayah Sayyad Milne, John, kepada The New Zealand Herald. Ia menangis sepanjang wawancara.
Sayyad, siswa yang berusia 10 tahun dan mencintai sepak bola, adalah salah satu dari dua siswa Sekolah Menengah Cashmere yang meninggal dalam serangan teroris bersama Hamza Mustafa --siswa yang berusia 12 tahun.
"Ia membuktikan dirinya bukan hanya sebagai penjaga gawang sejati tapi seorang rekan dan teman yang luar biasa, pemain tim sesungguhnya dengan sikap yang luar biasa dan kepribadian yang hangat serta bersahabat," kata St. Albans Shirley Football Club di dalam satu pernyataan di Facebook.
"Sayyad adalah salah seorang dari kami, dan kami akan selalu mengingat dia," katanya.
Baca Juga: Dituduh Jadi Pelakor, Caleg PKPI Dilaporkan ke Polisi
Hamza Mustafa
Hamza Mustafa, yang berusai 16 tahun, secara insting menelepon ibunya ketika penembakan dimulai di Masjid An-Nur.
"Ia mengatakan 'Ibu, ada seseorang memasuki masjid dan ia menembaki kami'," kata ibunya, Salwa, sebagaimana diberitakan jejaring berita Stuff.
"Saya menelepon 'Hamza, Hamza', dan saya dapat mendengar suara pelannya, dan setelah itu, semuanya hening," katanya.
Wanita itu terus memegang telepon selama 22 menit, dengan harapan Hamza akan menjawab.
"Teleponnya nyala, tapi saya tak bisa ngomong dengan dia. Setelah itu seseorang mengambil telepon tersebut dan memberitahu saya 'anakmu tidak bernafas, saya kira ia meninggal'."
Berita Terkait
-
Pria di UEA Dipecat karena Latah 'Rayakan' Serangan Selandia Baru di Medsos
-
Warga Jaga Jemaah Salat Magrib depan Masjid Al Noor Christchurch
-
Geng Motor Paling Ditakuti di Selandia Baru Jaga Masjid saat Muslim Jumatan
-
Video Live Pembantaian di Masjid Selandia Baru Disaksikan 4.000 Kali
-
Tahan Emosi, Paramedis Gambarkan 'Sungai Darah' di Masjid Christchurch
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026