Suara.com - Pasukan keamanan Austria menggerebek rumah aktivis sayap kanan atas dugaan afiliasi dengan seorang teroris Australia, yang membunuh sedikitnya 50 muslim di Selandia Baru.
Dilansir dari kantor berita Anadolu, Rabu (27/3/2019) Hansjoerg Bacher, juru bicara kejaksaan di Kota Graz mengungkapkan, bahwa rumah Martin Sellner digeledah dalam penyelidikan mengenai kemungkinan afiliasi dengan teroris, yang menembaki jemaah di dua masjid di Kota Christchurch.
Bacher mengatakan rekening bank Sellner sedang dilacak oleh polisi dan dana sekitar USD 1.692 disumbangkan kepadanya dari seseorang dengan nama belakang yang sama dengan teroris.
Selama penggeledehan di rumah Sellner, polisi telah menyita perangkat elektronik.
"Setiap hubungan antara pelaku teror Christchurch dan anggota Identitarian Movement perlu diselidiki secara komprehensif," cuit Kanselir Austria Sebastian Kurz.
Badan intelijen Austria juga mengatakan teroris Australia sempat berkunjung ke Austria pada 26 November 2018.
Awal bulan ini, seorang teroris - yang diidentifikasi sebagai warga Australia bernama Brenton Tarrant - memasuki masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru, dan menembaki jemaah tanpa pandang bulu, termasuk ke empat anak.
Berita Terkait
-
Usai Penembakan, Polisi Wanita di Selandia Baru Kenakan Hijab Saat Bertugas
-
Masjid di AS Diduga Dibakar, Ada Jejak Grafiti Penembakan Selandia Baru
-
Majelis Muslim Prancis Gugat Facebook Karena Video Teroris Selandia Baru
-
Menlu Retno Puji PM Selandia Baru Soal Respons Penembakan di Masjid
-
Keluarga dari Padang akan Dampingi Zul hingga Pulih di Selandia Baru
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji
-
Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!