Suara.com - Komodo ternyata tidak hanya ditemukan di Taman Nasional (TN) Komodo, tapi juga terdapat di daratan Flores. Flores bisa menjadi lokasi wisata berbasis komodo, sepeti halnya TN Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno, saat menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas penangkapan dan pengungkapan jaringan perdagangan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dan Polda Jawa Timur, melalui konferensi pers, di Jakarta, Selasa (2/4/2019).
"Banyak orang tidak tahu bahwa komodo juga terdapat di daratan Flores," katanya.
Pada kesempatan itu, Wiratno juga menyampaikan rincian barang bukti yang ditemukan, yaitu seekor komodo. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, pada 22 Februari 2019) menerima penitipan komodo dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur.
Esok harinya, 23 Februari 2019, BBKSDA Jawa Timur kembali menerima titipan barang bukti dari Bareskrim Mabes Polri berupa satu ekor komodo, dan pada 8 Maret 2019, Ditreskrimsus Polda Jatim kembali menitipkan empat ekor komodo kepada Balai Besar KSDA Jawa Timur.
Adapun jumlah totalnya adalah enam ekor komodo, yang berasal dari 3 tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan tersangka, diperoleh informasi bahwa mereka pernah melakukan transaksi pada 41 ekor komodo sejak tiga tahun terakhir. Pihak berwajib akan melakukan pengembangan hingga pengungkapan jaringan perdagangan satwa liar ilegal.
Adapun keenam ekor tersebut akan dilepasliarkan di lokasi sesuai hasil pemeriksaan DNA dan berdasarkan syarat pelepasliaran.
Secara alami, komodo terdapat di TN Komodo, daratan Flores dan pulau sekitarnya. Ahli dari Laboratorium Genetika Bidang Zoologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang melakukan pemeriksaan menyatakan, berdasarkan morfologi dari bentuk moncong, pola warna tubuh dan warna lidah, jenis yang dicuri tersebut adalah Varanus komodoensis yang teridentifikasi berasal dari daratan Flores, bukan berasal dari wilayah TN Komodo.
Baca Juga: Kurangi Penggunaan Merkuri, KLHK Luncurkan Proyek Khusus
Pemeriksaan lebih lanjut terhadap barang bukti adalah melalui tes DNA, untuk mengetahui kesesuaian keanekaragaman genetika yang dapat mengindikasikan asal-usul satwa komodo. Pemeriksaan DNA saat ini dilakukan oleh Laboratorium Genetik Bidang Zoologi LIPI dan akan diketahui dalam waktu 14 hari kerja.
Balai TN Komodo telah melakukan berbagai upaya sejak beberapa tahun terakhir untuk menjaga kawasan koservasi TN Komodo. Dengan adanya kasus ini, Balai TN Komodo kemudian meningkatkan strategi dan pelaksanaan pengamanan kawasan bersama Pos TNI AL, Satpolair, Polres Manggarai Barat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara.
Selain itu, pemerintah meningkatkan partisipasi masyarakat, pemandu wisata, dan aktivis lingkungan dalam pengawasan di seluruh titik masuk jalur-jalur wisata dan jalur perburuan, baik di darat maupun perairan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta
-
Kecelakaan Beruntun di Rawa Buaya: Truk Kontainer Tabrak Motor dan Mobil, Dua Terluka