Suara.com - Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang (PBB) Sukmo Harsono membantah pernyataan Habib Rizieq Shihab yang menyebut Yusril Ihza Mahendra berbohong soal dialog mereka yang membahas tentang pencapresan Prabowo Subianto jelang Pilpres 2019.
Dalam video November 2018, Yusril sempat mengatakan bahwa Rizieq meragukan keislaman Prabawo. Pernyataan itu, kata Yusril, disampaikan sendiri kepada dirinya. Namun, kemudian pada awal April 2019, Rizieq melalui kanal Front TV membantah pernyataan Yusril. Rizieq menyebut Yusril berbohong sekaligus membuat pengakuan bahwa dirinya baru sekali berkomunikasi dengan Yusril dalam dua tahun terakhir.
"Itu adalah bohong itu tidak benar. Jadi selama dua tahun, saya hanya pernah komunikasi dengan pak Yusril, satu kali. Itu dua tahun lalu. Dulu belum ada soal pencapresan. Belum ada koalisi," ujar Rizieq dalam videonya.
Terkait saling bantah antara Rizieq dan Yusril, Sukmo mengatakan hal itu sangat berdampak pada partai. PBB pun menyangkal ucapan Rizieq dengan mengatakan memiliki bukti percakapan antara Rizieq dengan Yusril saat membahas Prabowo.
"Maka clear yang melakukan kebohongan bukan Prof Yusril, tetapi yang melakukan penistaan adalah yang menyatakan Prof Yusril sudah berbohong. Ini adalah alat bukti berupa print out percakapan antara Prof Yusril dengan Habib dilakukan sebelum penetapan capres," kata Sukmo di Hotel Cipta Pancoran, Jakarta, Rabu (3/4/2019).
Meski merasa dirugikan, kata dia, baik PBB maupun Yusril belum berencana untuk menempuh jalur hukum terkait kasus tersebut.
"Untuk saat ini kami masih berpandangan memberikan hak jawab adalah yang terbaik karena kami masih saling hormati, sebagai saya sampaikan dari awal keduanya tokoh besar umat Islam," ujarnya.
Berita Terkait
-
Ma'ruf Amin Ingatkan Pendukung Tak Boleh Melakukan Pengeroyokan
-
Survei Indikator: 67 Persen Orang Tak Percaya Isu KPU Tak Netral
-
Cak Nun: Kalau Presidennya Punya Aura Pawang, Indonesia Damai
-
Survei Indikator: Tren Elektabilitas Prabowo - Sandiaga Naik, Tapi...
-
Indikator: Jokowi-Maruf 55,4 Persen, Prabowo-Sandi 37,4 Persen
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Janji Pramono Anung Benahi Jalan Setu Babakan yang Jadi "Bubur Lumpur" Imbas Proyek
-
Putri Zulhas Sebut Stok BBM RI Hanya Cukup 21 Hari, DPR Segera Gelar Rapat Bahas Energi
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Arab Saudi Beri Perpanjangan Visa Gratis bagi Jemaah Umrah RI yang Terkendala Pulang
-
Jalankan Instruksi Zulhas, Fraksi PAN DPR Gelar Aksi Sosial Selama Ramadan
-
Diduga Dibeli dari Hasil Korupsi, 5 Mobil Operasional Tersangka Kasus Bea Cukai Disita KPK
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Ada Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bupati Sudewo, KPK Buru Sosok Mastermind
-
Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog