News / Nasional
Kamis, 04 April 2019 | 12:59 WIB
Ketua umum PBB Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Front Pembela Islam (FPI) angkat bicara soal ‘serangan’ Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra kepada Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. FPI justru menilai kalau Yusril tengah mengadu domba antara Rizieq dengan kubu Capres Prabowo Subianto.

Sekretaris Umum DPP FPI) Munarman mengatakan, bahwa adu domba yang dilakukan Yusril itu berlandaskan percakapan WhatsApp yang diunggah ke publik oleh Yusril. Dalam percakapan itu terlihat kalau Yusril lah yang malah menggiring percakapan dengan Rizieq soal keislaman Prabowo yang disebut tidak jelas.

“Yusril berusaha menggalang Habib (Rizieq) untuk pindah dukungan dan Yusril yang pertama menyebut dan mengarahkan pembicaraan tentang kualitas keislaman Prabowo – Sandiaga," kata Munarman dalam pesan singkatnya, Kamis (4/4/2019).

Munarman memahami saat ini Yusril berada di barisan pendukung Capres – Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Maruf Amin. Namun dirinya menyayangkan rencana Yusril yang ingin mencapai keinginan tertentu dengan melakukan adu domba Rizieq.

Munarman menyebutkan bahwa alasan Yusril pindah bergabung ke barisan pendukung Jokowi – Maruf Amin lantaran PBB dijanjikan akan lolos ambang batas parlemen. Sebelumnya Yusril dianggap gagal mendapatkan jaminan tersebut di kubu Prabowo – Sandiaga.

“Jadi jelas motifnya dalam berpindah dukungan karena dijanjikan untuk melewati parliementary threshold tersebut. Dan ini jelas-jelas merupakan kejahatan hukum dan politik,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada pihak apapun yang bisa menjaminkan satu partai untuk bisa lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Namun dirinya menyayangkan Yusril tetap mempercayainya.

Karena itulah kemudian, Munarman menduga jika Yusril tengah menjalankan misi tertentu dengan cara mengganggu kesolidan kubu Prabowo – Sandiaga dengan menyeret nama Rizieq.

“Mana ada hasil pemilu bisa diatur sebelum hari pencoblosan, dari sini saja jelas sudah pokok persoalan dan asal mula serta motif Yusril mengumbar cerita tentang kualitas keislaman paslon 02. Jadi jelas, Yusril sedang melakukan aksi politik adu domba dan merusak barisan pendukung 02 dengan isu agama,” ujarnya.

Baca Juga: Cerita Amien Rais Kecewa Berat Menjelang Subuh, Ratna Sarumpaet Sebar Hoaks

“Jadi jelas sudah, bahwa fitnah dan ghibah yang dilakukan Yusril terbukti melalui bukti yang dia sendiri ajukan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Partai Bulan Bintang (PBB) mengungkap transkrip percakapan WhatsApp antara Yusril Ihza Mahendra dengan pihak yang diklaim sebagai Habib Rizieq Syihab. Dalam isi percakapan itu, Habib Rizieq disebut meragukan keislaman capres Prabowo Subianto. Sukmo menegaskan Yusril tak berbohong terkait pengakuannya soal Habib Rizieq yang meragukan keislaman Prabowo. Justru, menurut Sukmo, yang menuduh Yusril berbohonglah pihak yang sebenarnya menyebarkan kebohongan.

Load More