News / Nasional
Kamis, 04 April 2019 | 14:37 WIB
Habib Rizieq Shihab. [YouTube/Front TV]

Suara.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyebut tudingan yang ditujukan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ialah kabar bohong atau hoaks.

Rizieq menuding Retno telah mengarahkan staf kedutaan besar dan konsulat jenderal di Arab Saudi untuk memenangkan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Adanya intimidasi dari Menlu terhadap jajarannya di Arab Saudi untuk Pemilu 2019 adalah sebuah kabar hoaks. Karena setelah dicek Bawaslu, tidak ada bukti atas tuduhan tersebut," ujar Karding, kepada wartawan, Kamis (4/4/2019).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun menyayangkan adanya hoaks yang keluar dari seorang yang berprofesi sebagai pendakwah. Karding, menilai tudingan Rizieq itu tidak mencerminkan sebagai ulama panutan.

Lebih lanjut, Karding juga menyebut tudingan Rizieq kepada Retno itu gegabah dan mengada-ada. Sebab, kata Karding, kehadiran Menlu ke Arab tak bisa langsung dispekulasikan dengan tudingan miring soal Pemilu. Justru, kata dia, faktanya Menlu berkunjung ke Jeddah dalam kaitan perlindungan warga negara Indonesia (WNI).

"Yaitu untuk meresmikan gedung pelayanan satu atap yang sudah hampir 7 tahun dicita-citakan dan baru selesai bulan Februari lalu," ujar Karding.

"Saya kira posisi Menlu selama ini jelas. Dia bukan seorang politikus, dia adalah seorang yang profesional pada tugas dan wewenangnya dalam memastikan kepentingan warga negara Indonesia di luar negeri," imbuhnya.

Load More