Suara.com - Layanan GRAB di Balikpapan, Kalimantan Timur, terhenti pada Kamis (4/4/2019). Seluruh mitranya baik roda dua (GRAB Bike) maupun roda empat (GRAB Car) tidak menarik penumpang untuk melakukan aksi.
Ratusan mitra pengemudi GRAB menyampaikan kekecewaannya terhadap sistem dan manajemen aplikator asal Malaysia itu.
Aksi unjuk rasa berlangsung di depan Hotel Her, Balikpapan. Para peserta aksi memenuhi halaman hotel bahkan membudal hingga ruas badan jalan utama.
Setidaknya terdapat 12 komunitas GRAB Bike dan 17 komunitas GRAB Car yang bergabung dalam aksi tersebut.
Bermula dari keresahan para mitra GRAB di Balikpapan atas kebijakan yang diputuskan oleh GRAB. Pengumuman kebijakan itu diwakili oleh Hendrik selaku pimpinan GRAB di daerah tersebut.
Bambang Supardjo, salah satu pengemudi GRAB yang ikut aksi tersebut mengatakan, penentuan kebijakan tidak pernah melibatkan para mitra.
Kebijakan juga seringkali berubah-ubah. Maka, kata dia, dalam aksi tersebut disampaikan tujuh tuntutan.
Pertama, para pengemudi meminta keadilan perihal penyesuaian insentif diamond 300 sama dengan Rp 150.000.
Kedua, mereka meminta adanya pembakuan skema perhitungan insentif. Jadi insentif yang diberikan kepada mitra tetap atau tidak berubah-ubah.
Baca Juga: Cari Startup Decacorn di Indonesia, Grab Luncurkan Thinkubator
"Ketiga, menaikan poin GRAB Express menjadi 15 poin," ujarnya kepada wartawan, Kamis (04/04/2019).
Keempat, meminta GRAB untuk segera menambahkan layanan Gecod, gshop, dengan pemberian insentif 20 per orderan.
Kelima, melibatkan mitra atau perwakilan komunitas dalam setiap kali pengambilan keputusan. Keenam menghentikan mutasi driver dari luar Balikpapan.
"Ketujuh penghilangan insentif low fare. Yang paling penting adalah soal asuransi," tuntasnya.
Soal asuransi itu, menurut Bambang, sangat penting untuk para mitra. Hal itu merupakan bagian dari bentuk kepedulian kepada kesejahteraan mitra dan tidak sekadar mengambil keuntungan dari kerja kerasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini