Suara.com - Bocah laki-laki berusia 6 tahun di India bernama Derek C Lalchhanhima, mendadak beken di seantero jagat dunia maya, gara-gara kepolosan serta ketulusan hatinya.
Ia terkenal setelah terfoto ke rumah sakit sembari menangis. Pada tangan kirinya, Derek memegang anak ayam yang jegang.
Sedangkan tangan kanannya menggenggam uang 10 Rupee atau setara Rp 2 ribu yang disodorkan pada tim paramedis di RS tersebut.
“Suster, tolonglah anak ayam ini. Saat saya mengendarai sepeda, tak sengaja menabraknya. Ini semua uang yang kupunya, untuk biaya pengobatannya,” kata Derek seperti diberitakan The News Mill, Kamis (4/4/2019).
Suster dan dokter RS itu terkejut atas permohonan bocah lugu tersebut. Sebab, mereka mengetahui Derek membawa ayam yang sebenarnya sudah mati karena tertabrak sepedanya.
Setelah memotret bocah itu, suster dan dokter menyarankan Derek untuk pulang ke rumah dan menenangkan hatinya. Mereka mengatakan, semua tersebut bukan salah Derek.
Setelah peristiwa itu, foto Derek yang polos tersebut tersebar di media sosial dan menuai simpati banyak warganet, bukan hanya di India tapi juga dunia.
Warganet yang kali pertama menyebar foto Derek itu bernama Sanga Says di Facebook.
"Bocah di Sairang, Mizoram ini, secara tidak sengaja menabrak ayam tetangganya. Dia mengambil ayam itu, berlari ke rumah sakit terdekat dan dengan semua uang yang dimilikinya, meminta bantuan," tulisnya.
Baca Juga: Vicky Prasetyo Akui Anak Jadi Alasan Putus dari Anggia Chan
Ayah Derek, Dhiraj Chhetri, mengatakan putranya sempat membawa pulang ayam tetangga yang ditabraknya.
“Dia memohon kepada saya untuk membawa anak ayam itu ke rumah sakit. Tapi saya menyuruhnya pergi sendiri sebagai bentuk tanggung jawab. Akhirnya, ia pergi membawa ayam itu ke RS dengan berbekal uang jajannya, 10 Rupee,” kenang Chhetri.
Tak lama, kata dia, Derek pulang dari RS sembari menangis. Derek mengatakan dokter tak mau membantu, malah memotretnya.
Derek sembari menangis meminta uang kepada sang ayah, agar bisa kembali ke RS dan mendapatkan bantuan medis bagi anak ayam itu.
”Dia mengira dokter tak mau membantu karena Derek cuma punya sedikit uang. Akhirnya aku dan ibunya menjelaskan, anak ayam itu sudah mati dan RS tak bisa menghidupkannya kembali.”
Ayah Derek mengatakan, dirinya terkejut atas tindak belas asih putranya. Tapi, ia juga tak mengharapkan Derek mendapat perhatian publik secara luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental