Suara.com - Said Didu, Dewan Pakar BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, diserang di media sosial oleh warganet, karena melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan martabat masyarakat Papua.
Dalam program gelar wicara Mata Najwa yang ditayangkan di stasiun televisi Trans7, Rabu (3/4/2019), Said mengumpamakan teknologi tinggi yang diterapkan di Papua tidak tepat sasaran. Sebab, warga provinsi itu belum siap menerima teknologi.
"Yang paling penting adalah teknologi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, jangan masukkan teknologi tinggi ke Papua umpamanya yang masyarakat belum sampai," kata Said seperti dikutip Suara.com, Sabtu (6/4/2019).
Pernyataan Said itu menjadi topik perbincangan panas warganet. Banyak mereka yang kecewa lantaran mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu terkesan merendahkan masyarakat Papua.
"Ini benar-benar merendahkan masyarakat @pemprovpapua, di mana kau letakkan sila ke-5 Pancasila Said, 02 tidak patut untuk dipilih kalau begini model timnya," kata @ophunkdoank.
"Maksud pernyataan bapak sebenarnya apa? Belum nyampe seperti apa? Mohon bisa diklarifikasi karena saya yang lahir dan besar di Papua merasa terhina dengan statement tersebut. Terima kasih," ujar @marshall_jan.
"Maksud Pak @saididu Papua kurang berpotensi karena SDM-nya rendah, sehingga tidak layak untuk teknologi yang tinggi. Kenapa tidak berpikir sebaliknya dengan memberikan teknologi hts pada suatu daerah untuk mendorong dan meningkatkan SDM-nya," ungkap @yoikiae.
Berbagai komentar negatif dari warganet membuat Said Didu angkat bicara. Melalui akun Twitter pribadinya @saididu, Said menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi akibat pernyataanya.
"Ada yang menggoreng pernyataan saya pada acara @matanajwa yang seakan merendahkan saudara saya di Papua. Padahal maksudnya bahwa penggunaan teknologi harus disesuaikan dengan potensi daerah - artinya harus tepat guna sesuai SDA dan kemampuan SDM. Saya mohon maaf jika ada kesalahpahaman tentang hal tersebut," ungkap Said.
Baca Juga: Film A Man Called Ahok, Borong 5 Piala IBOMA
Untuk diketahui, dalam acara Mata Najwa , Said awalnya melanjutkan pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang tidak menginginkan teknologi maju justru membawa kekayaan bangsa ke luar negeri.
Berikut transkrip lengkap pernyataan Said Didu mengenai teknologi.
Ini contoh pemimpin yang bekerja secara sistem untuk menyelesaikan masalah. Dia menetapkan tujuan dulu baru menentukan alat.
Pak prabowo tujuannya adalah seluruh kekayaan alam, potensi alam untuk kesejahteraan rakyat baru mencari alat, teknologi adalah alat. Bukan berarti anti teknologi, tapi alat kalau alat itu tidak untuk kepentingan rakyat, buat apa.
Saya kasih contoh umpamanya e-commerce. Tapi ecommerce menjual produk China, buat apa bagi bangsa Indonesia. Yang paling penting adalah, teknologi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, jangan masukkan teknologi tinggi ke Papua umpamanya yang masyarakat belum sampai.
Jadi harus sesuaikan kemampuan masyarakat sehingga rakyat bekerja, sumber daya alam semua itu masuk dinikmati oleh negara.
Jangan kita jadi korban teknologi untuk kepentingan asing itu, yang ada di kepala orang yang biasa berpikir sistemik jangka panjang. Bukan tergoda dengan teknologi pemasar teknologi yang datang begitu saja ke negara ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM