Suara.com - Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat mengamankan dua pemuda yang kerap melakukan penodongan di kawasan Tanah Abang, Sabtu (6/4/2019). Keduanya adalah Fiqih Yusuara (22) dan Akbar Saputra (19).
"Kami mengamankan dua pelaku berinisial FY (22) dan AS (19). Kita amankan di Kolong Jembatan Slipi, Kelurahan Gelora, Tanah Abang," kata Kapolsek Tanah Abang, Lukman Cahyono, kepada wartawan, Sabtu (6/4/2019).
Sebelum melakukan penangkapan, pihak kepolisian lebih dulu mencurigai pengendara sepeda motor yang berboncengan tiga orang. Motor tersebut juga tak menggunakan pelat nomor.
Polisi pun mengejar para tersangka lalu memberhentikan kendaraan tersebut. Hanya saja, satu orang dapat melarikan diri dari sergapan polisi.
"Namun pengemudi motor berhasil melarikan diri, sedangkan dua pelaku yang bonceng berhasil ditangkap," tuturnya.
Lukman mengatakan, pihaknya langsung melakukan penggeledahan dan menemukan sebilah golok yang dibawa oleh Fiqih. Sedangkan, dari tangan Akbar polisi menyita sebilah celurit.
"Setelah dilakukan penggeledahan, berhasil ditemukan sebilah sajam berupa golok yang diselipkan pada perut bagian depan, kemudian ditemukan sebilah celurit yang diselipkan pada perut bagian depan," kata Lukman.
Kepada polisi, Lukman mengatakan kedua pelaku mengakui senjata tajam untuk menodong orang yang menjadi sasarannya.
"Buat nodong, sasaran korban yang membawa handphone," ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Kampanye di Batam Warga Membeludak, Ada yang Hilang Sandal dan Lemas
Akibat perbuatannya, keduanya akan dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.
Berita Terkait
-
Diancam Sajam saat Tutup Toko, Perampok Kuras Rp 900 Juta di Mini Market
-
Tawuran di Jatinegara Tewaskan Satu Orang, Polisi Tangkap Pembacok Remaja
-
Tak Punya SIM dan Bawa Sajam, Kawanan Geng Motor Tanah Abang Diciduk Polisi
-
Tanah Abang Alami Kemunduran, Anies Diminta Belajar dari Jokowi dan Ahok
-
Tim Pemburu Preman Amankan Lima Remaja Tawuran di Kembangan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
Terkini
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi