Suara.com - Kisah pesta ulang tahun berujung kesedihan dialami oleh seorang remaja berusia 15 tahun.
Meski sang ibu telah menyiapkan berbagai kudapan dalam porsi banyak, teman-teman yang diungang anaknya justru tak ada satu pun yang datang. Kisah ini dibagikan oleh sang kakak melalui akun Twitter @nyerahdahh.
Ia bercerita, sepanjang hari, sang ibu dan adiknya menunggu tamu undangan datang ke perayaan ulang tahun, namun tak ada satu pun yang datang.
"Hari ini adik aku ulang tahun yang ke 15, ibu aku udah masak banyak buat dia sama teman-temannya.. tapi sampai sekarang temennya gak ada yang datang. Ibu aku dari pagi udah masak, pengin nangis lihat ibu aku nunggu di ruang tamu sama adikku," kata akun itu seperti dikutip Suara.com, Selasa (9/4/2019).
Pemilik akun itu bercerita, teman-teman sekelas adiknya ingin makan-makan di kediaman mereka untuk merayakan ulang tahun.
Padahal, saat itu, sang ibu hanya memiliki uang Rp 500 ribu. Karenanya, Lantas si ibu berpesan agar tidak mengundang terlalu banyak teman, cukup teman terdekat saja.
Alhasil, si anak yang berulang tahun memutuskan hanya mengundang 15 orang, yang merupakan sohib kentalnya.
Berbekal uang Rp 500 ribu, sang ibu berusaha agar bisa menyiapkan kudapan untuk 15 orang teman anaknya.
Uang itu dibelanjakan untuk memasak opor ayam, lontong, buah dan air mineral. Untuk uang sehari-hari, sang kakak menawarkan bantuan agar bisa menggunakan uang miliknya.
Baca Juga: Biksu Hadir di Kampanye Prabowo, Kubu Jokowi: Mana Ada Biksu Enggak Gundul
Tepat pada hari ulang tahunnya pada Minggu (7/4/2019) pagi, sang adik menghubungi kelima belas temannya dan mengundang mereka datang ke rumah.
Teman-temannya sepakat untuk datang pukul 11.00 WIB, untuk mengantisipasi hujan yang sering turun di sore hari.
Sang ibu dan adiknya terus menunggu di ruang tamu dengan beberapa hidangan sudah disiapkan.
Tapi hingga malam hari pukul 21.00 WIB, tak ada satu pun teman sang adik yang datang. Saat sang adik menghubungi teman-teman via telepon, tiada satu pun yang memberikan jawaban.
"Pagi dichat buat nanya jadi nggaknya mereka jawab 'jadi' trus kan janjiannya jam 11 siang takutnya hujan kalau sore. Ditunggu sampai magrib belum ada yang datang, ditunggu sampai tadi jam 9 an gak ada yang datang. Ditelepon, dichat gak ada yang jawab semuanya. Semuanya temennya," ungkap pemilik akun.
Raut wajah kekecewaan tergambar jelas di wajah sang adik di hari yang seharusnya menjadi hari bahagia dalam hidupnya.
Berita Terkait
-
If Wishes Could Kill, Drama Horor Remaja Pertama Netflix Tayang 24 April
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
PP TUNAS Segera Berlaku, Orang Tua Perlu Tahu Risiko Privasi Data Anak di Internet
-
Polisi Sita Puluhan Petasan Hingga Samurai dari Konvoi Remaja Berkedok Berbagi Takjil di Taman Sari
-
Sajak Rindu: Belajar Memaafkan Masa Lalu dari Perspektif Remaja Bugis
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah
-
Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu
-
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Mendagri Tito Kerahkan Praja IPDN, Percepat Pemulihan Permukiman Terdampak Bencana
-
Wujudkan Jakarta Terintegrasi, Pramono Wajibkan Gedung di Atas 4 Lantai Koneksi CCTV ke Pemprov
-
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS
-
Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil