Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membalas kritik dari Ketua Fraksi PDIP DPRD setempat Gembong Warsono, yang mengatakan penanganan banjir di ibu kota terbilang lamban. Anies bahkan menyuruh Gembong untuk banyak baca buku.
Anies menganggap kritik Gembong sebagai hal yang wajar sebagai politikus, yang sedang mengikuti kontestasi Pemilu 2019.
"Enggaklah. Ini masa kampanye. Jadi dewan lagi berpolitik saja. Siapa dewannya?"Kata Anies saat ditemui di Stasiun ASEAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).
Anies bahkan menyuruh Gembong untuk lebih banyak membaca buku sebelum berkomentar. "Apalagi Gembong. Iyalah Gembong lagi, suruh banyak baca dia!" tegas Anies.
Anies kemudian mengungkit polemik penjualan saham perusahaan produsen bir PT Delta Djakarta sebesar 26.25 persen milik Pemprov DKI, yang sampai saat ini belum disetujui oleh DPRD, termasuk Fraksi PDIP.
"Tanyakan dia dukung jual saham bir enggak. Tanyakan tuh," jelas Anies.
Sebelumnya, Gembong yang juga anggota Komisi A DPRD DKI itu menilai Anies lamban dan terkesan menyalahkan pemerintah pusat, terkait banjir yang terjadi akibat proyek Lintas Rel Terpadu di daerah Pancoran dan Cawang, Jakarta Selatan.
Berita Terkait
-
Mau Urus dan Jadikan Kolong Tol Ruang Publik, Anies Surati Menteri PUPR
-
Anies Resmikan Stasiun MRT ASEAN, Wamenlu: Bisa Memberikan Nilai Ekonomi
-
Banyak Turis Bingung saat Plesiran di Jakarta, Anies Diminta Berbenah
-
Anies Tak Kunjung Umumkan Hasil Keputusan Swastanisasi Air di Jakarta
-
Pengamat Minta Anies Buat Panduan Teknis Pergub Konsep Naturalisasi
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?