Suara.com - Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumaterea Selatan, hingga kekinian belum menerima logistik surat suara Pemilu maupun Pilpres 2019.
Alhasil, kondisi ini membuat warga setempat yang ingin menggunakan hak suaranya kebingungan, lantaran saat tiba di TPS tidak ada kegiatan pencoblosan.
Kendati demikian, petugas TPS tetap hadir dan memberikan penjelasan kepada warga yang sudah terlanjur datang ke lokasi.
Salah satunya terjadi di TPS 77 dan TPS 54 Kelurahan Sukajadi Banyuasin Sumsel. Salah seorang warga, Listini Faryana mengakui bingung meski dirinya sudah membawa formulir C6 ke TPS tersebut.
"Berarti menunggu lagi ini. Apalagi sudah hampir pukul 12.00 WIB," katanya, Rabu (17/04/2019).
Warga yang terlanjur menunggu lama, terpaksa pulang sembari menunggu imbauan lanjutan dari TPS setempat.
Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengakui sudah mendapatkan laporan tersebut. Menurutnya, keterlambatan logistik tersebut terjadi lantaran adanya kesalahpahaman antara petugas di PPK Talang Kelapa.
“Kekinian logistik sedang diantar. Jadi masyarakat jangan khawatir, karena waktu pencoblosan ditentukan sampai pukul 13.00 WIB,” tuturnya.
Kontributor : Andhiko Tungga Alam
Baca Juga: Setnov dan Rombongan Koruptor Nyoblos di TPS Lapas Sukamiskin
Berita Terkait
-
Setnov dan Rombongan Koruptor Nyoblos di TPS Lapas Sukamiskin
-
Kaesang: Jokowi Terpilih Lagi atau Tidak, Saya Tetap Jualan Pisang dan Kopi
-
Said Didu: Pilpres Kali ini Sangat Strategis
-
Caleg Ratusan, Pemilih di Atas 50 Tahun Butuh Waktu 10 Menit di Bilik Suara
-
Ratna Sarumpaet: Coblos yang Bisa Menyelamatkan Indonesia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik