- Pakar UPI, Hendro Murtianto, menyatakan faktor alam dominan penyebab longsor Cisarua, bukan semata-mata alih fungsi lahan.
- Curah hujan tinggi berkelanjutan menjadi pemicu utama membuat bidang gelincir di Gunung Burangrang menjadi tidak stabil.
- Longsor baru disebut bencana saat terjadi dampak langsung pada aktivitas dan kehidupan masyarakat manusia.
Suara.com - Tragedi tanah longsor Cisarua di Kabupaten Bandung Barat yang menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan parah, memicu banyak pertanyaan.
Pakar Mitigasi Bencana dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Hendro Murtianto, akhirnya angkat bicara.
Menurutnya, penyebab longsor Cisarua didominasi oleh faktor alam yang memicu terjadinya pergerakan massa tanah, bukan semata-mata alih fungsi lahan.
"Bahwa alih fungsi lahan memang berperan, tetapi bukan merupakan faktor dominan dalam kasus longsor Cisarua, karena titik awal longsoran berada di bagian atas Gunung Burangrang, bukan di daerah lereng kaki,” kata Hendro dilansir dari Antara.
Hendro Murtianto menjelaskan bahwa kejadian longsor tersebut dipicu oleh kombinasi kompleks antara faktor eksternal dan internal, yang keduanya didominasi oleh kondisi alam.
"Curah hujan yang tinggi secara terus-menerus membuat bidang gelincir menjadi licin dan tidak stabil,” tegas Hendro.
Pakar UPI ini juga mengingatkan tentang karakteristik geologis wilayah. Menurutnya, kawasan Gunung Burangrang merupakan bagian dari bentang alam gunung api purba Gunung Sunda.
Hendro menegaskan sebuah prinsip penting dalam ilmu mitigasi bencana suatu peristiwa longsor baru disebut sebagai bencana apabila menimbulkan dampak langsung terhadap kehidupan manusia.
"Fenomena longsor itu alamiah. Yang menjadi masalah adalah ketika longsor tersebut berdampak pada kehidupan manusia,” katanya.
Baca Juga: Kemensos Terus Suplai Logistik dan Buka Posko Kesehatan Korban Longsor Cisarua
Analisis dari Hendro Murtianto ini menjadi pelajaran berharga, terutama bagi generasi milenial dan anak muda di kota-kota besar Indonesia yang seringkali kurang terekspos pada dinamika geologis wilayah pedalaman.
Berita Terkait
-
Kemensos Terus Suplai Logistik dan Buka Posko Kesehatan Korban Longsor Cisarua
-
Di Pesantren saat Longsor, Santri Ini Harus Terima Kenyataan Pilu Seluruh Keluarga Meninggal
-
Di Balik Duka Longsor Bandung Barat, Adakah Dosa Pembangunan yang Diabaikan Pemerintah?
-
Hari Keempat Pencarian korban longsor Cisarua
-
Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Mudik Lebaran 2026, KAI Sebut 300 Ribu Tiket Kereta Masih Tersedia
-
Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
-
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra
-
Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari